Hidayat Nurwahid Optimis Kisruh di DPR Segera Selesai
Senin, 08 Nov 2004 20:51 WIB
Jakarta - Ketua MPR Hidayat Nurwahid optimis anggota DPR bisa segera menyelesaikan masalah internalnya. Sebab kedua pihak, yakni fraksi-fraksi yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan dan Koalisi Kerakyatan, sudah mencapai kesepakatan untuk hal-hal yang prinsip.Optimisme ini disamoaikan Hidayat Nurwahid di sela-sela peluncuran buku "Wajah Keislaman dan Kebangsaan SBY" karya Munawar Fuad Noeh di Hotel Sahid Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Senin (8/11/2004)."Saya optimis kawan-kawan bisa menyelesaikan masalah internal mereka. Karena dari awal saya punya kepercayaan demokrasi selalu perlu beragam lika-liku yang linier," katanya. Lalu dilanjutkannya, "Saya selalu berdoa kalau pun yang bukan untuk kepentingan rakyat, dengan tanda kutip, bukan dominasi DPR. Jadi saya berharap proses pertemuan yang berkali-kali dapat menghasilkan suatu solusi yang konkret besok."Dijelaskan Nurwahid, secara prinsip kisruh di DPR bisa diselesaikan besok dengan bersedianya fraksi-fraksi dari Koalisi Kerakyatan untuk menghadiri rapat paripurna DPR. "Sehingga mereka bisa bersatu kembali, tidak pada koalisi-koalisinya, tapi pada komitmen konkrit kepada rakyat sehingga mereka bisa hadir pada proses dalam tugas menjalankan amanat raktar itu."Namun ketika didesak apakah yakin kisruh di DPR bisa selesai, Nurwahid tidak bisa memastikan. "Kalau yakin tentu belum bisa kita pastikan. Tapi tentu kembali kepada harapan spirit besar bahwa kawan-kawan kita tidak kalah dalam mempratikan demokrasi dengan rakyat. Rakyat juga sudah mencontohkan dengan bagus dalam pemilu kemarin."Tentang kemungkinan Koalisi Kebangsaan akan terus bermanuver menyusul pengajuan interpelasi kepada presiden dalam masalah pergantian Panglima TNI, Nurwahid menyatakan keyakinannya bahwa anggota DPR tidak pernah melakukan positioning sekedar memblok pada kelompok-kelompok tertentu. "Mereka akan melihat kasus per kasus secara proporsional. Kalau kasus itu memang dirasa pihak eksekutif perlu dikritisi, ya harus dikritisi. Jangan sampai sikap seperti itu memandulkan sikap kritis," demikian Hidayat Nurwahid.
(gtp/)











































