Kisah 2 Ratu di Kasus Akil Mochtar

Kisah 2 Ratu di Kasus Akil Mochtar

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikNews
Rabu, 09 Okt 2013 16:58 WIB
Kisah 2 Ratu di Kasus Akil Mochtar
(Foto: dok detikcom)
Jakarta - Ada 2 'Ratu' yang sering disebut dalam kasus Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar. Kedua 'Ratu' itu adalah Ratu Atut Chosiyah dan Ratu Rita. Berikut kisah kedua 'Ratu' itu.

1. Ratu 'Penguasa' Banten dan 'Ratu' Pengusaha

(Foto: dok detikcom)
Ratu yang disebut terkait dalam kasus Akil Mochtar adalah Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten. Atut adalah 'penguasa' Banten. Kerabat-kerabat Atut, mulai dari suami, anak-anak, adik, adik ipar hingga ibu tirinya menduduki jabatan eksekutif dan legislatif di provinsi yang dipimpinnya atau mewakili Banten.

Sedangkan 'Ratu' lainnya, adalah Ratu Rita, istri dari Ketua MK Akil Mochtar. Rita disorot karena menjadi salah satu pemilik perusahaan bernama RS. Sumber di KPK sebelumnya membisikkan, perusahaan itu diduga jadi tempat pencucian uang Akil. Ada sejumlah transaksi mencurigakan yang masuk ke CV RS.

Kuasa hukum Akil, Tamsil Sjoekoer, menyebutkan perusahaan berinisial RS itu dimiliki oleh istri Akil, Ratu Rita. Perusahaan itu bergerak di bidang perkebunan, ikan arwana dan valuta asing.

"Pokoknya macam-macam usahanya," kata Tamsil saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (9/10/2013).

"Saya dapat penjelasan dari istrinya, katanya beliau salah satu pemiliknya," sambung Tamsil.

Versi sang istri, perusahaan itu berjalan seperti biasa. Ada biaya pengeluaran dan pemasukan layaknya sebuah usaha pada umumnya.

"Saya hanya sampaikan itu perusahaan jalan secara administrasi, tapi detailnya saya tidak tahu," jelasnya tanpa merinci nama lengkap perusahaan tersebut.

2. Penampilan 'Duo Ratu' Setelah Akil Ditangkap

(Foto: dok detikcom)
Ketua MK Akil Mochtar ditangkap pada Selasa (1/10/2013) malam oleh KPK, dan ditetapkan tersangka pada Rabu (2/10/2013). Sehari setelah itu, KPK mengeluarkan surat cegah bepergian ke luar negeri pada Ratu Atut guna penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara gugatan sengketa Pilkada di Banten 2011-2013 di MK.

Pencegahan Atut sehariĀ  setelah KPK menetapkan status tersangka kepada adik Atut, Tubagus Chaery Wardana terkait Akil.

Setelah itu Atut bak menghilang ditelan Bumi. Atut baru muncul di publik tampak saat istigotsah di Masjid Baitul Sholihin di depan rumahnya di Jl Bhayangkara 51, Banten, Senin (7/10/2013) atau empat hari setelah dicegah.

Penampilan Atut saat itu, dia mengenakan gamis dan jilbab lebar berwarna putih. Wajah Atut yang putih mulus dan kemerahan tampak sendu.

Sedangkan Ratu Rita sempat berkunjung ke KPK pasca Akil ditangkap pada 4 Oktober 2013 mengenakan dress hijau-merah. Rambut Rita tampak dicat merah burgundy.

3. Ratu yang Memerintah dan yang Susah Tidur

(Foto: dok detikcom)
Pasca Akil ditangkap pada Selasa, 1 Oktober 2013, Ratu Atut masih berkuasa dan menjalankan roda pemerintahan di Provinsi Banten. Bahkan Atut menggelar istigotsah pada Senin 7 Oktober 2013, di Masjid Baitul Sholihin di depan rumahnya di Jl Bhayangkara 51, Banten.

Acara itu dihadiri ulama, kiai, tokoh pemuda, dan PNS Banten. Dalam istigotsah menyambut hari lahir Provinsi Banten ke 13 itu, Atut meminta adiknya Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan yang menjadi tersangka kasus suap Akil Mochtar didoakan.

Sedangkan Ratu Rita mengaku susah tidur pasca suaminya, Akil Mochtar, ditangkap KPK. "Ibu merasa shock, persoalan Bapak itu berpengaruh sama Ibu," ujar kuasa hukum Akil, Tamsil Sjoekoer.

Hal itu dikatakan Tamsil saat ditemui di rumah pribadi Akil di Kompleks Perumahan Liga Mas, Jalan Pancoran Indah III nomor 8, RT 009 RW 02, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2013).

"Ibu, dengan adanya persoalan ini tidur tak pasti, setiap orang kalau ada suami bermasalah jadi beban pikiran," imbuh Tamsil yang mengaku masih keluarga dekat dengan Ratu Rita, istri Akil ini.
Halaman 2 dari 4
(nwk/nrl)


Berita Terkait