Di Riau tercatat ada 4 jembatan timbang. Pertama di Kab Bengkalis Riau yang menghubungkan ke pelabuhan Dumai dan ke Sumatera Utara. Dalam sehari, lebih dari 2.000- truk dan tangki CPO melintas. Selanjutnya jembatan timbang di Rantau Berangin, Kab Kampar menghubungkan ke Sumbar. Juga jembatan timbang di Kuansing dan Indragiri Hulu. Berbagai laporan masuk soal pungutan di jembatan-jembatan tersebut.
"Dari sejumlah laporan kita sudah turun ke lapangan ditemukan kecurangan yang dilakukan oknum Dishub yang bertugas di jembatan timbangan dengan cara melakukan pungli. Akibatnya terjadi pengurangan pemasukan bagi PAD. Kita masih menyelidikinya dan mengumpulkan bukti-bukti," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Amril Rigo, kepada wartawan, Rabu (9/10/2013) di Pekanbaru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka telah beberapa kali dipanggil tapi tak diindahkan. Setelah kita ancam akan dipanggil paksa, akhirnya mereka datang. Kemarin mereka sudah kita minta keterangan," kata Amril.
"Kita akan terus kumpulkan bukti-bukti terkait pungli ini. Sementara tiga pejabat tersebut baru sebatas saksi," kata Amril.
Sejumlah informasi yang dihimpun, jembatan timbang ini melakukan pungli ke setiap truk berbuatan dan tangki. Dishub Riau tidak mempersoalkan soal sarat muatan truk atau truk tangki sepanjang para sopir menitipkan uang pelicin.
Pengakuan sejumlah sopir, untuk truk jenis colt diesel yang melintasi jembatan timbang menitipkan uang Rp 10 ribu. Ini belum kelebihan tonase yang harus dibayarkan berdasarkan kelebihan angkutan.
"Lain jenis truk lain pula nilai setorannya. Lebih baik kita ya melebihi muatan saja, karena tak lebih pun kita setor juga," kata seorang supir truk Benard Marpaung yang lagi bongkar muat barang di Pekanbaru.
(cha/trw)










































