Dua kader Golkar yang sedang berurusan dengan KPK diperlakukan berbeda. Gubernur Ratu Atut Chosiyah yang dicekal KPK karena kasus Pilkada tahun 2011-2013 dibela, namun anggota Komisi II DPR Chairun Nisa yang jadi tersangka suap sengketa Pilkada Gunung Mas bersama Ketua MK Akil Mochtar dianggap pengkhianat.
"Atut kan belum jadi tersangka, itu kan saudaranya. Untuk CN dia kan membela partai lain, itu bukan penugasan partai. Jadi kan belum tentu bersalah, kan ada pengadilan, itu urusan pribadi," kata Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie kepada wartawan di Kantor DPP Golkar, Rabu (9/10/2013).
Memang KPK baru menetapkan adik Atut, Tubagus Wawan, sebagai tersangka kasus sengketa Pilkada Lebak, Banten. Ratu Atut sendiri baru dicekal karena kasus Pilkada 2011-2013, KPK juga baru berencana memeriksa Atut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nisa itu pengkhianat, nggak akan dibela," kata anggota Fraksi Golkar Nudirman Munir kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2013).
Nudirman mengatakan Fraksi Golkar sangat kecewa kepada Nisa. Eks Bendahara MUI itu tak akan dibela meski meminta. "Paling tidak sikap dari fraksi begitu," ujarnya.
Sikap Golkar yang terkesan mengkambinghitamkan Chairun Nisa ini mendapat kecaman dari PDIP. Apalagi Golkar terkesan menuding Chairun Nisa membela kepentingan PDIP.
(van/nrl)










































