Presiden Harapkan Joint JCC RI-Singapura Segera Terbentuk

Presiden Harapkan Joint JCC RI-Singapura Segera Terbentuk

- detikNews
Senin, 08 Nov 2004 19:35 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan Joint Cooperation Council (JCC) antara Indonesia-Singapura dapat segera terbentuk. Badan ini akan menjadi wadah bagi kedua negara dalam menyelesaikan sejumlah permasalahan bilateral secara baik.Harapan ini disampaikan Presiden SBY usai dalam jumpa pers bersama dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (8/11/2004) sore. Pertemuan antara Presiden SBY dengan PM Lee Hsien Loong digelar mulai pukul 15.30 WIB sampai 17.00 WIB dalam dua sesi. Mula-mula kedua kepala pemerintahan bertemu empat mata di Istana Merdeka, lalu dilanjutkan pertemuan bilalateral antara keduanya didampingi beberapa anggota kabinet di Kantor Presiden. "Kami bersepakat untuk membangun hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura dengan lebih konstruktif. Dan saya berharap segera terbentuk Joint Cooperation Council yang nantinya bisa untuk mengelola isu-isu antar kedua negara," kata SBY.Dalam kesempatan tersebut SBY juga menjelaskan kunjungan PM Singapura ini merupakan yang kedua kalinya. Kunjungan pertama dilakukan saat pelantikan SBY sebagai presiden pada 20 Oktober lalu.Dijelaskan SBY, dalam pertemuannya dengan PM Singapura kedua pemimpin sepaham bahwa terdapat sejumlah masalah antara kedua negara yang harus ditindaklanjuti, seperti batas wilayah laut kedua negara, penambangan pasir dan perjanjian ekstradisi.Sementara Juru Bicara Kepresidenen Dito Pati Jalal menjelaskan kerja sama kedua negara masih lemah karena tidak terstruktur dengan baik. "Dengan adanya JCC, kami berharap masalah-masalah bilateral bisa dibahas secara lebih mendalam. Ini sedang dirumuskan dan dapat segera dibentuk dalam waktu dekat," katanya.Sementara mengenai perjanjian ekstradisi, Dino mengatakan hal itu tidak dibahas secara mendalam antara kedua pemimpin negara. "Tapi yang jelas pada tingkat tertinggi kita sampaikan isu ini. Ini penting bagi kita, keyword di sini adalah engagement. Jadi jangan sampai isu itu terbengkalai atau hanya satu pihak yang terjun," ungkap Dino. (gtp/)


Berita Terkait