"Sampai saat ini belum ada pembicaraan capres dan cawapres, yang pasti keputusannya ada di saku Ketua Umum," kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga saat dihubungi detikcom, Selasa (8/9/2013).
Eriko mengatakan, jalan-jalan keliling Jakarta yang dilakukan Megawati dengan Jokowi dan Prananda pada Sabtu (5/10) tak berarti pertanda keduanya akan diduetkan di Pilpres 2014. Jalan-jalan bersama itu juga dimaksudkan untuk mengumpulkan data.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Eriko, Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga mengatakan penunjukan capres dan cawapres menjadi kewenangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hingga saat ini belum ada pembahasan khusus untuk penentuan jago di Pilpres 2014.
"Nama-nama memang diserahkan kepada Ibu Megawai Soekarnoputri," ujarnya.
Yang jelas, Hasto menambahkan, PDIP memang memasang target untuk mengusung sendiri capres dan cawapres di Pilpres 2014. Target ini sebagai perwujudan tekad PDIP untuk terbebas dari sandera pragmatisme politik.
"Saat ini PDIP sesuai keputusan Rakernas III memang menargetkan perolehan suara 27,02%, sehingga PDIP dapat mengusung capres dan cawapres," tutur Hasto.
Namun Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait punya pandangan lain. Menurut Maruarar semua kemungkinan masih terbuka lebar. Termasuk duet Jokowi-Prananda.
"Bisa Ibu Mega dengan Mas Jokowi, Mas Jokowi dengan Mas Prananda, bisa berbagai kemungkinan," kata Maruarar.
Maruarar bahkan melihat hubungan Jokowi dan Mega maupun Prananda sangat dekat. "Yang pasti Mas Prananda anak biologisnya Ibu Mega, dia juga punya karakter nasionalisme yang kuat dan low profile dan selama ini menjalankan tugas sebagai koordinator situation room dan menginput info secara profesional," katanya.
(van/nrl)











































