"25 Kasus di Madinah dan angka akumulasi hingga Senin 7 Oktober pukul 16.00 WAS mencapai angka 40 kasus menuju 50 kasus," kata Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi, DR Fidiansjah, di Daker Makkah, Selasa (8/10/2013).
Ia mengatakan 12 pasien dari Madinah telah pulang ke kloter dan 13 pasien lainnya dari Madinah kini dirawat di BPHI. Untuk 15 pasien di Makkah juga sudah kembali ke kelompoknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini lebih repot. Kalau gangguan fisik bisa ditidurkan. Kalau gangguan jiwa, mereka tidak bisa diam, aktif, dan dapat merepotkan jamaah haji lain di kloternya dan tim BPHI," ujar dia.
Menurut dia, jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa mayoritas berusia 60 tahun ke atas.
Mereka akan menjalani proses isolasi dan diberi suntikan jangka panjang, misalnya dengan 1 kali suntik masa paparan obatnya mencapai 1 bulan.
Bagi jamaah haji yang mengalami gangguan jiwa berat dapat disafariwukufkan. Jamaah haji dengan gangguan jiwa sedang dapat dikembalikan ke kloter dan yang taraf ringan dapat konsultasi ke pembimbing ibadah.
BPHI, kata dia, memiliki 19 ruang rawat inap untuk pasien laki-laki dan 14 ruang rawat inap untuk pasien perempuan.
"CCTV juga ada untuk mengawasi pasien," kata dia.
Kematian di Pemondokan Turun
Angka kematian jamaah haji Indonesia musim haji 2013 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Hingga Senin 7 Oktober 2012 pukul 16.00 WAS, tercatat ada 47 jamaah haji yang wafat (0,33 persen). Jamaah haji yang meninggal dunia manyoritas menderita gangguan jantung, diabetes dan paru-paru.
Sedikitnya 8 dari 47 jamaah haji tersebut meninggal dunia di pemondokan.
Sementara, di tanggal dan waktu yang sama pada tahun 2012 ada 67 jamaah haji yang wafat (0, 41 persen) dan tahun 2011 ada 76 orang (0, 42 persen).
"Penurunan angka kematian ini semua atas izin Allah. Kita berusaha menekannya dengan petugas kloter yang aktif dan memanfaatkan teknologi android," kata Fidiansjah.
(aan/gah)











































