"Kalau menurut saya, menanamkan kecintaan pada hewan itu harus dimulai sejak anak-anak. Terlambat kalau baru dilakukan ketika remaja," ujar Kak Seto.
Kak Seto mengatakan itu dalam dialog publik bertajuk 'Taman Margasatwa Ragunan (TMR) Menuju Masyarakat Ramah Satwa' dalam rangka ulang tahun kebun binatang itu ke-150, di Pusat Primata Schmutzer, TMR, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya saja dengan memberikan dongeng-dongeng fabel atau melalui lagu-lagu juga bisa. Coba lihat sekarang ini sudah jarang itu pendongeng-pendongeng. Lagu juga kebanyakan lagu dewasa yang tidak ada kaitannya dengan kecintaan satwa," tutur pencipta karakter Boneka Si Komo ini.
Bagi anak-anak, kecintaan terhadap satwa dapat berkembang menjadi kecintaan terhadap sesama manusia. Remaja yang terlibat pemukulan bisa jadi saat kecil sering menyiksa binatang.
"Kalau kecil sudah berani memukuli binatang, pasti besarnya suka memukuli orang. Sebaliknya jika sejak kecil menyayangi binatang, pasti mereka nantinya akan menyayangi sesama," tutup pria 62 tahun yang tetap disapa Kak Seto ini.
(nik/nrl)











































