Pecinta 'Kucing Garong' dan Sejarah Kucing Jadi Pakan Hewan Buas Ragunan

Pecinta 'Kucing Garong' dan Sejarah Kucing Jadi Pakan Hewan Buas Ragunan

- detikNews
Selasa, 08 Okt 2013 15:34 WIB
Jakarta - Menjelang ulang tahunnya yang ke 150, Taman Margasatwa Ragunan (TMR) bertekad untuk menumbuhkan kecintaan pada hewan bagi masyarakat. Dalam dialog yang diadakan untuk itu, seorang ibu rumah tangga mengajukan pertanyaan dengan nada tinggi kepada Ketua Dewan Pengawas TMR Hashim Djojohadikusumo.

"Saya ini menyisihkan pendapatan saya dan suami saya untuk memberi makan kucing liar di lingkungan rumah saya yang jumlahnya kurang lebih 150 ekor. Belakangan saya perhatikan jumlahnya berkurang dan saya dengar mereka dikarungin untuk makanan hewan buas di Ragunan! Apa betul?" ujar ibu rumah tangga tersebut, Resvino di Pusat Primata Schmutzer, TMR, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2013).


Pernyataan tersebut sontak membuat peserta dialog yang sebagian besar adalah LSM pecinta satwa geram. Hasjim Djojohadikusumo pun menanggapi pernyataan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak melakukan hal itu, haram hukumnya memberi makan satwa dengan kucing! Kalau memang ada petugas kami yang lakukan, laporkan! Langsung saya pecat hari itu juga," jawab Hasjim yang disambut tepuk tangan meriah.

Kemudian dijelaskanlah bahwa memberi makan satwa buas dengan kucing adalah kebijakan pada zaman kolonial. Saat itu pemerintahan Batavia (sekarang Jakarta) membolehkan warga yang tidak bisa bayar tiket masuk kebun binatang untuk membawa kucing sebagai pakan hewan buas.

"Kalau perlu kita dorong pemprov DKI Jakarta yang sekarang ini juga peduli pada hewan liar. Mereka juga harus dijaga kesehatannya agar tidak menyebarkan penyakit," imbuhnya.

Mendengar hal tersebut para pecinta hewan pun bersorak gembira. Mereka akan membantu mengawal kebijakan tersebut terbentuk.

"Saya suka miris melihat anak-anak yang tidak ramah pada satwa liar. Ada yang salah dengan pendidikan kita. Kalau saya selain memberi makan juga membantu mensterilisasi hewan liar. Kamis besok saya dan kawan-kawan akan memvaksin kucing liar di daerah Pasar Mampang," tutur Resvino usai acara.

Sementara itu rekan Resvino yang merupakan satu komunitas menyatakan bahwa kegiatan mereka dibawahi oleh seorang dokter hewan. Komunitas tersebut merupakan pecinta anjing dan kucing liar.

"Iya kami memang sering melakukan hal itu, malah kita pernah ketemu Pak Ahok (Wagub DKI Jakarta) dan beliau mengapresiasi kegiatan kami. Nantinya beliau bilang, Jakarta akan lebih ramah terhadap satwa liar," ujar rekan Resvino, Tika Tambunan.

(/)



Berita Terkait