Siang ini, Selasa (8/10/2013), setidaknya ada 10 ekor sapi dan puluhan kambing yang dipajang di halaman depan bangunan sekolah. Akibatnya, halaman depan sekolah dipenuhi kotoran binatang dan berbau tidak sedap. Menurut Dirwo salah satu penjaga penjualan hewan kurban, penjual hewan kurban sudah mendapatkan izin dari pihak sekolah untuk berjualan.
"Kita berjualan sejak Rabu (2/10). Dan kita sudah dapat izin dari pihak sekolah," ujar Dirwo di gedung sekolah, Selasa (8/10/2013).
Kepala sekolah SD 01 Duri Kepa, Nelly Marali tidak menyangkal bahwa halaman gedung sekolahnya telah dijadikan tempat jualan hewan kurban. Namun dia membantah memberikan izin berjualan.
"Itu urusannya dengan penjaga sekolah saya. Dia memang minta izin tapi saya tidak izinkan, namun karena penjaga saya tinggal di sini sudah lama dan gedung itu juga sudah lama tidak dipakai ya sudah dipakai sementara," ujar Nelly saat ditemui di kantornya di SD 12 Duri Kepa.
Gedung sekolah tersebut memang sudah lama tidak menjadi tempat belajar siswa. Oleh karena itu, tidak ada keluhan yang didapat dari orang tua murid.
"Tidak ada yang merasa terganggu kan kita belajarnya sekarang numpang di SDN 12 sejak setelah terjadinya kebakaran," ujar Nelly.
Penjaga sekolah SD 01 Nur Ali mengakui memberikan izin halaman sekolah dijadikan tempat hewan kurban. "Yang jualan ini saudara saya, dari tahun lalu juga sudah dijadikan tempat jual hewan kurban dan itu hanya sementara saja hanya 10 hari," imbuh Nur.
(spt/lh)











































