Pemprov DKI Dianggap Lambat Merespons

Potret Buram Taman Kota

Pemprov DKI Dianggap Lambat Merespons

Hardani Triyoga - detikNews
Selasa, 08 Okt 2013 13:59 WIB
Pemprov DKI Dianggap Lambat Merespons
Warga memanfaatkan areal KBT untuk berkumpul dan bersantai. (Fotografer-Agung Pambudhi)
Jakarta - Maraknya praktik-praktik negatif di taman Kanal Banjir Timur (KBT) di Jakarta Timur, yang banyak dilakukan muda-mudi membuat gerah masyarakat sekitar. Pemerintah provinsi DKI dinilai terlalu lamban merespons penyalahgunaan taman KBT menjadi tempat tongkrongan negatif.

Warga Kecamatan Duren Sawit, Albi Wahyudi, 35 tahun, mengaku tidak habis pikir dengan sikap pemprov DKI yang tak juga melakukan penertiban. Dia tidak kaget dengan cukup seringnya terjadi aksi penodongan, mabuk-mabukan, hingga perbuatan asusila di tempat itu.

Menurutnya persoalan sosial ini sudah cukup lama berlangsung. Albi mengaku ia pernah melihat anak muda mengendarai sepeda motor di jalur sepeda KBT dalam keadaan mabuk. “Kalau malam enggak jelas. Pagi lebih gak jelas lagi. Sepeda motor banyak masuk ke sini supaya enggak kena macet. Kesal warga sini lihatnya,” kata ayah satu anak ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga Duren Sawit lain yang mengeluhkan kondisi Taman KBT adalah Retno Wulandari, 39 tahun. Perbedaan yang ada saat pagi, sore, dan malam di hari libur terlihat berbeda. Kalau pagi dan sore, taman KBT menjadi areal yang cantik karena menjadi tempat wisata bagi warga yang ingin bermain.

Tapi, kalau di atas jam enam sore, taman KBT berubah menjadi milik anak-anak muda yang ingin menikmati akhir pekan. “Sedih juga lihatnya kalau KBT jadi tempat yang enggak-enggak pas malam-malam. Harusnya ada ketegasan dari Pemda soal ini,” ujar warga RT 08/RW 05 ini.



Retno mengakui memang sulit mengimbau warga umum yang sudah terbiasa mampir ke taman KBT. Butuh cara sosialisasi yang sesuai agar warga tidak salah paham. Menurutnya cara pengusiran paksa malah bukan solusi yang benar. Namun cukup menempatkan petugas Satpol PP dengan beberapa pos di sepanjang jalur taman.

Persoalan lain adalah kurangnya penerangan di jalur KBT sehingga orang sering menyalahgunakan untuk pacaran atau mabuk-mabukan. “Iya, semua stakeholder yang ada harus saling mikirin. Jangan pas bangun bagusnya di awal-awal saja. Abis itu dilupain gak dirawat,” kata dia menyesalkan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Timur Syahdonan menepis adanya praktik mesum dan mabuk-mabukan di taman KBT kalau malam hari. Menurutnya, yang ada pengunjung hanya bermain di taman bersama keluarga, teman, atau pacarnya.

Dia mengatakan kunjungan warga ke taman tidak bisa dilarang atau diatur secara keras. “Kalau dilarang itu seperti apa? Ini sudah bagus warga sering datang. Enggak ada itu mesum. Kalau pacaran di taman ya wajar,” ujarnya kepada detikcom, kemarin.

(brn/brn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads