Menelusuri Jejak Atut Setelah Dicegah KPK

Menelusuri Jejak Atut Setelah Dicegah KPK

- detikNews
Selasa, 08 Okt 2013 12:50 WIB
Menelusuri Jejak Atut Setelah Dicegah KPK
Jakarta - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah (51) dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK setelah adiknya yang bernama Tubagus Chaer Wardana alias Wawan menjadi tersangka kasus penyuapan Akil Mochtar. Sejak saat itu, keberadaan Atut yang sempat 'menghilang' menjadi perbincangan hangat.

Berikut adalah perjalanan penelusuran jejak Atut menurut pantauan detikcom:

Surat Cegah Dikirim, Imigrasi di Bandara-bandara Waspada

KPK mengirimkan surat permintaan cegah ke Imigrasi terkait kasus pilkada di Banten yang disengketakan di MK periode 2011-2013 pada Kamis (3/10) sore.Β  Ratu Atut Chosiyah untuk enam bulan ke depan. Tujuan pencegahan adalah untuk memudahkan proses penyidikan.

Menindaklanjuti hal itu, bandara-bandara internasional sudah berjaga agar orang nomor satu di Banten itu tidak lolos. Bahkan, untuk memaksimalkan kewaspadaan, di komputer-komputer petugas Imigrasi ditempel kertas memo bertuliskan pencegahan Ratu Atut Chosiyah.

Kabag Humas Ditjen Imigrasi Heryanto mengatakan pihaknya memang sudah mengeluarkan instruksi agar bandara-bandara internasional meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan Atut juga sudah termuat dalam sistem informasi bandara-bandara tersebut.

Heryanto pun menjamin pihak yang sudah dicegah tak bisa lolos.

Tak Hadir di Paripurna Istimewa HUT ke-13 Banten Karena Sakit

KPK mencegah Atut pada Kamis 3 Oktober atau sehari sebelum HUT ke-13 Banten. Pada Kamis, Kepala Biro Humas dan Protokol, Siti Maani Nina memastikan Gubernur Atut akan hadir saat paripurna istimewa di DPRD Banten pada Jumat (4/10).

Namun ternyata pada hari H Atut absen dan diwakili oleh Wagub Rano Karno. Saat dikonfirmasi, ternyata Atut sedang sakit.

"Sakit," kata Rano saat ditanya soal keberadaan Ratu Atut.Β 

Saat didatangi di kediaman pribadinya di Jalan Bhayangkara No 51, Kecamatan Cipocok Jaya, Serang, hasilnya nihil. Rumahnya tampak sepi dan dijaga oleh sejumlah petugas Satpol PP dan polisi yang juga tak tahu ke mana perginya Atut.

"Nggak tahu kemana perginya, Jakarta apa Bandung," kata salah seorang petugas.

Batal Pergi Haji Karena Dicegah oleh KPK

Ratu Atut dijadwalkan berangkat haji tahun ini. Namun rencana itu dipastikan batal karena ia dicegah oleh KPK sejak Kamis (3/10).

"Ya gimana, terpaksa batal," kata Sekda Provinsi Banten Muhadi di kantor DPRD Banten, Kota Serang, Jumat (4/10).

Muhadi menyatakan Ratu Atut dijadwalkan berangkat haji 9 Oktober mendatang. Bukan atas nama gubernur, tapi sebagai pribadi. Karena itu, Atut tidak menggunakan dana APBD.

Dikabarkan Datangi Rumah di Kebon Jeruk, Jakbar

Setelah menghilang tak menghadiri sidang paripurna di DPRD Banten, Ratu Atut dikabarkan berada di rumahnya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada keesokan harinya.

Rumah yang terletak di Kompleks Intercon blok U 1 no 99 ini tampak ramai didatangi oleh mobil-mobil berpelat nomor Banten pada Sabtu (5/10). Mobil berbagai jenis itu rata-rata termasuk mobil berharga mahal, di antaranya Camry, Fortuner, Pajero Sport dan Nissan X-Trail.

Ternyata di dalam rumah sedang diadakan pertemuan keluarga besar. "Ada acara keluarga di dalam," ujar Bagus Sukatma, salah seorang tamu.

Saat ditanya soal kebenaran rumah yang dia tuju adalah rumah milik Ratu Atut, Bagus mengiyakannya. Tapi dia enggan berkomentar saat ditanya soal keberadaan Atut.

"Saya nggak tahu Ibu ada apa enggak," ujarnya.

Seorang petugas keamanan di kompleks tersebut mengatakan bahwa Atut selalu dikawal voorijder dan ajudan saat mendatangi rumahnya. Kabarnya Atut telah memiliki rumah di Interkon itu sejak 10 tahun yang lalu. Setidaknya dua minggu sekali Banten-1 terlihat menyambangi rumah bercat hijau itu.

Atut kemudian kembali ke rumahnya di Serang pada sore harinya dengan mobil Lexus hitam bernopol B 16 RAC yang dikawal mobil Nissan X-Trail di belakangnya.

Rumah menterengnya yang terletak di Jalan Bhayangkara No 51, Serang, masih dijaga oleh petugas Satpol PP. Para petugas tersebut hanya bungkam saat ditanyai beberapa hal.

Rumah Atut di Jakbar Dijaga Polisi

Setelah menjadi lokasi acara keluarga, rumah Atut di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tampak sepi pada keesokan harinya, Minggu (6/10).

Namun, dua orang polisi dari Polsek Kembangan tampak datang dan berjaga di depan gerbang rumah yang bergerbang warna putih ini.

"Ya nanti kalau Bu Atut ke sini biar nggak terlalu rame kayak kemarin. Mau ngamanin aja," ujar anggota Binmas Polsek Kembangan yang tak mau disebutkan namanya saat berbincang di depan rumah Atut.

Muncul Perdana setelah Dicegah dalam Acara Istigotsah

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah terlihat di acara istigotsah di Masjid Al Baitul Sholihin yang terletak tak jauh dari rumahnya di Jl Bhayangkara 51, Serang, Banten, pada Senin (7/10). Berpakaian muslimah warna putih, kerabatnya tampak menemani Atut.

Di dalam acara itu, Atut duduk di barisan depan bersama kiai, ulama dan tokoh pemuda Banten. Ada sekitar 700 jamaah yang hadir antara lain sebagian besar PNS di Banten.

"Ini acara rutin istigotsah memperingati Banten ke-13," kata Atut dalam sambutannya. Terlihat adik Atut, Ratu Tatu, yang merupakan Wakil Bupati Serang dan menantunya, Rosi, yang juga merupakan seorang pejabat.

Atut juga meminta doa para kiai untuk adiknya, Tubagus Chairi Wardana alias Wawan, yang kini ditahan KPK.

Jarak 100 Meter, Atut Naik Land Cruiser

Lokasi istigotsah dalam rangka HUT ke-13 Banten pada Senin (7/10) di Masjid Baitul Sholihin hanya berjarak 100 meter dari kediaman Atut di Jl Bhayangkara 51, Serang. Atut berangkat dan pulang naik mobil Land Cruiser bernopol A 1 GB.

Setelah acara, Atut tak bersedia memberikan keterangan. Dengan tenang, dia meninggalkan lokasi dengan kawalan ketat. Santri dan personel Satpol PP langsung membuat barikade, dari pintu keluar hingga ke mobil Atut.
Halaman 2 dari 8
(/nrl)


Berita Terkait