Dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah banyak fakta menarik terungkap. Salah satunya soal kepemilikan lahan di Serang, Banten.
Ratu Atut terakhir melapor kekayaan ke KPK pada Oktober 2006. Sejak itu, belum ada lagi data terbaru soal hartanya. Total kekayaannya saat masih duduk sebagai wakil gubernur kala itu adalah Rp 41,9 miliar.
Nah, salah satu item yang paling mencolok adalah kepemilikan tanah dan bangunan. Dia memiliki total nilai harta dari dua hal tersebut yakni Rp 19,16 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk di Kabupaten Serang, sedikitnya ada 25 item kepemilikan tanah milik Atut. Mulai dari 203 meter persegi, hingga yang terluas 139.410 meter persegi. Totalnya dia memiliki tanah seluas 341.491 meter persegi.
Sang suami, Hikmat Tomet, yang menjabat sebagai anggota DPR, juga pernah melaporkan kekayaan tahun 2009 lalu. Dia tercatat mempunyai tanah seluas total 96.560 meter persegi di Kabupaten Serang. Biasanya, dalam LHKPN KPK, harta suami dan istri harus dilaporkan juga. Sehingga, ada kemungkinan, tanah milik Atut juga sama itemnya dengan Hikmat.
Luas wilayah Kabupaten Serang saat ini adalah 1.467,39 km persegi.
Di Kota Serang yang merupakan ibukota Provinsi Banten, tanah Atut juga tak kalah banyak. Jumlah totalnya mencapai 21.339 meter persegi. Sementara luas Kota Serang yang tercatat saat ini adalah 266,74 kilometer persegi.
Jumlah kepemilikan tanah tersebut, belum ditambah dengan dengan milik Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany yang juga adik ipar Atut. Airin memiliki banyak tanah juga di Kabupaten Serang dan Kota Serang yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Belum jelas apakah ada kaitan antara banyaknya tanah Atut dan kasus dugaan suap yang kini membuatnya dicegah KPK terkait pilkada di Banten yang bersengketa di MK periode 2011-2013 ke luar negeri. Sebagian tanah itu juga sumbernya ada yang berasal dari warisan.
Pihak Atut belum ada yang bicara soal kasus suap dan pencegahan KPK. Namun pengacara adik Atut, Tubagus Wawan, di gedung KPK sempat mengatakan bahwa Atut tak berkaitan dengan suap Pilkada Lebak.
(mad/nrl)











































