"Masih ada kemungkinan lagi, barang itu milik siapa, siapa yang meletakkan, siapa yang mengedarkan, siapa yang terlibat dalam pengedaran. Ini semua masih akan ditelusuri, langkah lanjut oleh BNN," ujar Humas BNN Kombes Sumirat Dwiyanto dalam jumpa pers di kantor BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa (8/10/2013).
Sebab menurut Sumirat, dari hasil tes di laboratorium, urine dan rambut Akil dinyatakan negatif mengandung narkoba. Saat penemuan barang haram itu, lanjut dia, Akil juga tidak berada di lokasi. Akil ditangkap KPK di rumah dinasnya di kompleks Widya Chandra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(rmd/mad)










































