Sore Buat Wisata, Malam untuk Asusila

Potret Buram Taman Kota

Sore Buat Wisata, Malam untuk Asusila

- detikNews
Selasa, 08 Okt 2013 11:35 WIB
 Sore Buat Wisata, Malam untuk Asusila
Sejumlah warga menikmati suasana sore di area taman Kanal Banjir Timur. Pada malam hari giliran remaja yang banyak memanfaatkan taman ini untuk pacaran. (Foto- Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Area taman Kanal Banjir Timur, Jumat (4/10) pukul 23.00. Temaram lampu kota dan sinarnya yang menerobos ranting pepohonan menambah eksotis suasana menjelang tengah malam itu.

Di bawah salah satu pohon di pinggir taman, Juliandi dan Dian duduk berdua sambil menikmati suasana malam. Sebuah sepeda motor bebek warna biru dijadikan penghalang di belakang agar mereka tidak terganggu oleh orang lain yang melintas.

Rangkulan tangan di pundak dan kepala yang saling berdekatan merupakan aktivitas yang biasa mereka lakukan. Kedua remaja itu masih duduk di kelas tiga sekolah menengah atas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan jari di tangan kiri memegang sebatang rokok, bibir Julian seringkali terlihat menghampiri pipi sang kekasih. Dian merespon dengan wajah yang senang kemudian merebahkan kepalanya di paha Julian.

“Biasa di sini mah kita berdua. Kalau di rumah ada kakak, bokap nyokap. Enakan di sini ber jam-jam enggak ada yang ganggu. Jajanan juga banyak lagi,” kata Julian dengan wajah santai saat ditemui detikcom, Jumat (4/10) malam pekan lalu.

Bagi Julian dan Dian, Kanal Banjir Timur adalah tempat favorit untuk pacaran. Selain gratis, tempat ini juga dianggap tidak menguras kantong karena banyak jajanan yang murah.

Tidak ada pula petugas yang bawel melarang mereka masuk ke area taman. Apalagi sejak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meresmikan jalur sepeda di area taman Kanal Banjir Timur tahun lalu, sangat jarang petugas yang berjaga.

Setiap Jumat dan Sabtu malam menjadi agenda rutin bagi keduanya untuk pacaran di taman KBT. Kabar adanya pemerkosaan terhadap seorang remaja putri di Taman Monas pekan lalu tak membuat mereka khawatir.

Dua pelajar yang tinggal di Duren Sawit, Jakarta Timur itu mengaku sudah terbiasa dan tidak ada rasa bosan berjam-jam di area taman KBT.

“Sebentar lagi juga balik ke rumah. Tunggu nyokap Dian telpon dulu,” ujar pelajar yang tinggal di Duren Sawit itu.

Hal senada dikatakan Kevin, 19 (tahun), yang datang Jumat malam lalu bersama kekasihnya ke taman KBT sejak pukul sembilan malam.

Sempat terganggu oleh keramaian pengunjung lain serta pengamen, mereka memilih bergeser ke tempat yang berjarak 50 meter dari taman dan banyak pepohonan.

Sebuah sepeda motor matic dijadikan pelindung bagi dua remaja itu. Kehadiran detikcom yang hanya berjarak sekitar sepuluh meter, tak membuat mereka risih.

Tidak ada perasaan malu ketika Kevin memeluk tubuh dan merangkul kekasihnya meski masih ada beberapa orang melintas. Sekali-kali mereka terlihat saling cium bibir meski dalam waktu yang cepat.

“Namanya pacaran murah bang. Cari yang gratis. Besok kan hari libur,” ujarnya cengengesan kepada Detik.

Kebetulan menurutnya, rumah dia dan kekasihnya tidak jauh dari lokasi taman KBT. Sejak pacaran, hampir dua minggu sekali dia menyempatkan mampir ke KBT.

Setiap mampir ke KBT, ia selalu pulang di atas jam sepuluh malam. “Di sini enak. Pacaran sambil makan bisa. Kalau mau lebih enak ya cari yang lokasi agak sepi,” kata Kevin seraya meledek.

Waktu sudah hampir jam dua belas malam. Namun, remaja yang berdatangan masih tetap ramai dengan puluhan sepeda motor yang berjejer.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Timur Syahdonan menepis adanya praktik mesum di taman KBT saat malam hari. Menurut dia pengunjung hanya bermain di taman bersama keluarga, teman, atau pacarnya.

Syahdonan mengatakan kunjungan warga ke taman tidak bisa dilarang atau diatur secara keras. Pasalnya, taman ini tujuannya memang untuk warga.

Dia menyebut kalau sore hari, warga sering berkunjung karena banyak permainan keluarga seperti naik delman, kuda, hingga jajanan kuliner.

“Kalau dilarang itu seperti apa? Ini sudah bagus warga sering datang. Enggak ada itu mesum. Kalau pacaran di taman ya wajar,” kata Syahdonan kepada detikcom, Senin (7/10) kemarin.


(erd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads