Jelang Lebaran
Baju Bekas Impor di Senen Diserbu
Senin, 08 Nov 2004 17:24 WIB
Jakarta - Berlebaran tanpa baju baru rasanya kurang afdol. Bagaimana jika kantong cekak? Bagi sebagian masyarakat Jakarta, pelataran di sekitar Pasar Senen, Jakpus, adalah jawabannya. Di situ, baju bekas impor bertebaran.Baju bekas impor itu dilego dengan harga terjangkau. Ada yang Rp 5 ribuan, tapi ada juga yang hingga ratusan ribu. Meski bekas, tapi kondisinya masih lumayan. Tinggal cuci, setrika, disemprot pewangi, jadi deh berlebaran dengan baju lama tapi baru.Tak semua baju yang diobral seadanya itu bekas pakai. Kalau pintar mengaduk-aduk, akan dapat baju baru komplet dengan bandrol harganya. Di negeri asalnya, baju itu tidak lagi dijual karena musimnya telah berakhir."Baju ini diimpor dari Jepang dan Korea," kata Alex, salah satu pedagang baju bekas made in luar negeri pada detikcom, Senin (8/11/2004). Dagangan Alex adalah celana jeans, kemeja, dan jaket sport. Kondisi dagangan terjelek dilepas dengan harga 3 ribu perak, termahal Rp 200 ribu. Yang murah digeber di atas alas plastik, yang mahal digantung dengan hanger."Saya baru jualan sebulan. Lumayan, tiap hari bisa ngejual Rp 200 ribu," aku Alex sembari memanggili orang yang lalu lalang melirik dagangannya. Suasana Pasar Senen selalu hiruk pikuk.Meski bisnis pakaian bekas impor dilarang sejak Menperindag Rini Soewandi, namun pasokannya tetap lancar. "Kita dapat barang dari agen.Tidak ada kesulitan dapetinnya, kita beli karungan. Jadi kondisi di dalamnya kita nggak tahu," ceritanya.Berdagang baju bekas impor juga telah ditekuni Joel. Pria ini sudah 3 tahun mengais rejeki di Pasar Senen. Tiap hari dia bisa menjual Rp 1 juta. Dagangannya dijual Rp 5 ribu hingga Rp 200 ribu. "Dibanding hari biasa, sekarang penjualan ada peningkatan sih," kata Joel, enggan menyebut besaran keuntungannya.Seperti Alex, Joel juga menjual celana panjang, jaket dan pakaian wanita. "Kita nggak naikin harga meski mau lebaran," akunya. Dagangan Joel ramai dikerubuti pembeli, utamanya wanita.Ridho juga mengaku penjualan baju bekas impornya meningkat belakangan ini. "Sehari bisa dapat Rp 800 ribu, belum diitung sih untungnya," kata pria yang baru setahun berjualan ini.Lain Alex, Ridho dan Joel, lain Aritonang. Pria satu ini berjualan baju baru produk dalam negeri di pasar Senen. "Sebelum ada pedagang baju bekas, saya dapat Rp 2 juta/hari. Sekarang dapat Rp 1,5 juta/hari saja sudah bagus," keluh Aritonang yang berjualan pakaian pria ini.
(nrl/)











































