Yusuf menyerahkan kursi Sekjen organisasi payung yang menaungi seluruh PPI Kota se-Belanda itu kepada suksesornya Willy 'Saka' Sakareza dalam seremoni sederhana di Gedung Don Bosco, Rijswijk, Sabtu (5/10/2013).
Saka terpilih sebagai Sekjen baru melalui voting oleh para perwakilan PPI Kota se-Belanda dengan perolehan 9 suara, selisih tipis dari Henderi Gunadi, yang memperoleh 6 suara. Sebelumnya pemilihan didahului dengan debat antar kandidat, dengan memaparkan visi dan misi ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit. Apakah kita sebagai pelajar akan jadi pembaharu peradaban, ataukah hanya sekedar menjadi penonton dari dinamika peradaban," ujar Yusuf, yang juga asli urang awak dan mengidolakan Hatta, salah satu pendiri cikal bakal PPI dan Wapres RI pertama.
Menurut Yusuf, kunci mengapa manusia bisa membangun peradaban adalah cinta. Ketika cinta itu ada, tidak akan ada kata lelah, bahkan lelah, akan lelah mengejar kita.
"Memimpin itu soal cinta, ketika cinta itu ada, maka kita tidak akan pernah berhenti berlari dan bahkan akan lebih cepat dari kecepatan cahaya. Cintailah pemimpin kalian yang dipimpin, Apa yang kurang dari Indonesia sekarang adalah cinta," tegas Yusuf.
Yusuf juga menekankan bahwa pelajar dengan masyarakat lainnya memiliki tanggung jawab sama dalam hal membangun bangsa dan negara. Hanya saja yang membedakan adalah bahwa pelajar memiliki tanggung jawab ekstra yakni dari segi gagasan, kritis, tetapi sekaligus santun dan beradab.
Seremoni serah terima tongkat estafet Sekjen PPI Belanda dari Ridwansyah Yusuf Achmad kepada Sekjen baru Willy Sakareza diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dimeriahkan dengan pembacaan sajak-sajak Si Burung Merak WS Rendra: Sajak Pertemuan Mahasiswa oleh Jajang Nurjaman (PPI Leiden) dan Sajak Sebatang Lisong oleh Rasyida Noor (PPI Groningen).
Sebelumnya juga oleh M. Rihan Handaulah (PPI Delft) dibacakan kutipan pleidoi pembelaan Mohammad Hatta ketika diadili di pengadilan Belanda akibat aktivitas perjuangannya untuk kemerdekaan Indonesia di sela-sela kegiatan belajarnya.
Juga diputar kaleidoskop kegiatan PPI Belanda 2012-2013 dengan klimaksnya konferensi International Conference on Indonesian Development (ICID) yang mengetengahkan pembicara kunci dari berbagai negara dan dihadiri oleh Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Lilianne Ploumen dan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Dr. Lukita Dinarsyah Tuwo.
Hadir sebagai tamu kehormatan antara lain Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda Retno L.P. Marsudi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Den Haag Prof. Bambang Hari Wibisono, General Manager Garuda Indonesia di Belanda Dian Ediono, sesepuh masyarakat Pak Mintardjo dan Ketua PPLN Moeljo Wijono.
(es/es)











































