Terobosan pengiriman barang bawaan jamaah haji saat pulang ke Tanah Air telah dijajaki Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Anggito Abimanyu, dengan PT Pos Indonesia.
"Barang bawaan pulang, kalau dibawa sendiri oleh jamaah haji tidak mungkin. Saya sudah panggil PT Pos Indonesia karena cabang-cabangnya di seluruh kecamatan, kelurahan di Indonesia. Saya minta mereka aktif," papar Anggito.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, apabila PT Pos Indonesia belum bisa melakukannya maka dapat bekerjasama dengan TIKI, THL atau pun Pos Malaysia.
"Harganya standar 8 riyal," ujar dia.
Anggito bahkan menawari tempat-tempat di sektor maupun maktab dapat dijadikan tempat penampungan barang.
PT Pos Indonesia lalu dapat mengambil barang kiriman tersebut di sektor dan maktab.
"Saya mau kirim karpet, wajan, teko emas jamaah haji, kirim paket. Di situ tempatnya bisa dikirim. Mudah-mudahan tahun ini bisa mulai," ujar dia.
Sistem pengiriman barang ini, kata Anggito, bisa juga diharapkan bisa mengurangi delay saat pemulangan jamaah nanti.
"Jika koper kelebihan muatan, langsung delay. Nanti dikirim seperti Saudi Arabia, seperti zamzam," kata Anggito.
(aan/gah)










































