Usai konferensi pers di Mapolres Jakarta Timur, Jl Matraman Raya, Senin (7/10/2013), Tompel mengaku tidak merencanakan aksinya. Tompel juga mengaku mendapatkan air keras dari salah satu adik kelasnya.
"Air keras itu nggak beli, saya dapet dari temen saya, namanya Tegar kelas 2, adik kelas saya," kata Tompel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nggak pernah ikut tawuran sebelumnya dan kasus ini baru pertama kali," ujar Tompel berkilah.
Sementara itu, di tempat yang sama Kriminolog Prof Adrianus Meliani berpendapat kasus yang dilakukan Tompel ini tergolong berat dan di luar pola. Adrianus mengatakan jika biasanya tindak kriminal pelajar dilakukan oleh siswa kelas 1, ini justru dilakukan siswa kelas 3.
"Ini memang dikategorikan kelas berat lah. Yang hardcore, di luar pola. Biasanya bukan di musim ujian tapi ini di musim ujian. Dengan cara yang berbeda, tampaknya harus diserahkan pembinaannya pada LP," kata Adrianus.
(gah/rvk)











































