Pabrik Ekstasi Itu Pernah Terbakar

Pabrik Ekstasi Itu Pernah Terbakar

- detikNews
Senin, 08 Nov 2004 16:24 WIB
Jakarta - Warga tidak mengira bahwa salah satu ruko di Ruko Daan Mogot itu merupakan pabrik ekstasi dan shabu-shabu. Pemilik pabrik dan karyawannya sangat tertutup. Ruko yang menjadi pabrik ekstasi bahkan pernah terbakar pada tiga bulan lalu. Warga sekitar sempat melihat asap mengepul dari lantai dua di ruko yang beralamatkan di Ruko Daan Mogot, Jl. Bedugul Blok I A nomor 15 Cengkareng, Kalideres, Jakarta Barat itu. Saat itu, warga sempat curiga, karena asap yang ditimbulkan akibat kebakaran itu membuat pusing warga sekitar. Gunawan, salah seorang karyawan Bengkel Hanjaya, termasuk salah seorang warga yang terkejut setelah mengetahui bahwa ruko itu merupakan pabrik ekstasi. Bengkel Hanjaya ini hanya terpaut tiga ruko dari ruko pabrik ekstasi itu. Gunawan menyaksikan saat ruko itu kebakaran pada tiga bulan lalu. "Asap mengepul dari lantai dua. Asap itu baunya sangat berbeda. Baunya menusuk dan membuat pusing," kata Gunawan saat ditemui wartawan di bengkelnya, Senin (8/11/2004). Menurut dia, saat kebakaran, sebenarnya warga sekitar langsung mendatangi ruko itu. Namun, karyawan di ruko itu mengaku asap itu hanya berasal dari kompol meledak. "Jadi, saat itu tidak ada mobil pemadam kebakaran datang ke tempat itu," ungkapnya. Tapi, lambat laun warga menaruh curiga. Apalagi, menurut Gunawan, pemilik pabrik dan karyawannya sangat tertutup. Ruko itu ditempati sejak dua tahun lalu. Dan sampai sekarang, pemilik dan karyawannya tidak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar. "Begitu ada orang masuk, pintu langsung ditutup," ungkapnya. Akhirnya, warga pun memberitahukan kepada polisi. Dan setelah polisi mengintai dan menggerebeknya, ternyata ruko itu adalah pabrik ekstasi. Ruko pabrik ekstasi itu terdiri dari tiga lantai. Gedungnya bercat krem. Luas satu lantai cukup luas. Saat dikunjungi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani, di lantai 1 ruko itu, terdapat sejumlah peralatan pembuatan ekstasi. Ada juga bubuk-bubuk, bahan pembuatan ekstasi. Antara lain, ada bubuk siap cetak berwarna hijau dan cokelat yang jumlahnya dua bungkus seberat 450 gram. Ada juga bubuk cokelat seberat 1.360 gram, dan lain-lain. Polisi menduga bubuk-bubuk itu adalah bahan pembuat ekstasi. Sementara di lantai dua, ada monitor dan televisi, baskom kaca berisi kristal warna cokelat, baskom kaca cokelat muda, dua buah rangkaian destilasi, tabung pengendapan, dan lain-lain. Juga terlihat drum-drum bahan kimia. Lantai pabrik itu terbuat dari keramik. Namun, lantai di lantai dua tampak kotor, karena ada bahan-bahan yang menggumpal yang bertebaran di lantai. Bekas-bekas kebakaran di lantai dua itu juga masih tampak. Diduga, di lantai dua inilah, shabu-shabu diproduksi. Menurut Kasar Narkotika Polda Metro Jaya AKBP Anjan Putra,SH, pabrik ekstasi ini merupakan pabrik terbesar kedua setelah pabrik milik Ang Kim Sui, yang telah ditangkap pada Juni 1999. Pabrik Ang Kim Sui sendiri disebut-sebut sebagai pabrik terbesar di dunia. Hiii! (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads