Pemkot Jakarta Pusat sempat mencoba menertibkan lapak-lapak dari bambu dan terpal biru tersebut. Namun mendapat perlawanan dari warga Tanah Abang, sehingga Wali Kota Jakarta Pusat turun ke lokasi dan berdialog dengan seorang tokoh masyarakat.
"Saat ditertibkan beberapa kandang ini, sempat tegang sebentar tapi selesai. Musyawarah di kantor kelurahan Kebon Kacang antara Pak Walikota Syaifulloh dan tokoh masyarakat Bang Ucu," ujar salah satu warga bernama Ijang kepada detikcom, Senin (7/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi hewan kurban jenis kambing boleh dipajang di jalan itu, yang sapi tidak boleh. Itu kesepakatannya ditandatangani Bang Ucu dan Pak Wali Kota. Sampai 18 Oktober 2013 harus dibersihkan oleh para pedagang," ujar Ijang.
Di jalan yang menghubungkan Sudirman dengan Tanah Abang ini memang padat pada jam-jam sibuk kantor. Di tambah adanya puluhan lapak pedagang kambing musiman ini yang menutup trotoar, beberapa di antaranya hingga ke badan jalan. Kedua ruas di jalan ini tak luput dari kandang-kandang bambu yang ditempati kambing-kambing.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Saefulloh ketika hendak dikonfirmasi terkait persoalan ini belum merespon telepon dan pesan singkat dari detikcom.
(vid/rvk)










































