4 Korban Gara-gara Air Keras

4 Korban Gara-gara Air Keras

Niken Widya Yunita - detikNews
Senin, 07 Okt 2013 14:45 WIB
4 Korban Gara-gara Air Keras
Air Keras (thinkstock)
Jakarta - Korban-korban air keras masih saja berjatuhan. Tidak seharusnya larutan asam kuat yang cukup pekat itu digunakan secara sembarangan. Apalagi untuk niat jahat.

Jika kulit terkena air keras, maka akan mengalami luka bakar. Padahal air keras digunakan untuk salah satunya membersihkan permukaan logam sebelum disolder dan asam nitrat untuk menguji logam mulia.

Berikut korban-korban gara-gara air keras, seperti dirangkum, Senin (7/10/2013):



1. Penumpang Bus PPD 213

Penumpang bus PPD 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol, Jumat (4/10) lalu disiram air keras oleh RN alias Tompel. Tompel merupakan siswa SMKN 1 (SMK Boedoet). 16 penumpang termasuk 4 pelajar SMK 34 menderita luka-luka. Tiga di antaranya masih dirawat di RS karena luka serius.

Alasan Tompel seorang diri menyiram para penumpang di bus itu karena dendam. Enam bulan lalu ia pernah disiram air keras oleh pelajar tak dikenal saat ia naik bus melintasi Matraman, Jakarta Timur. Akibat penyiraman itu, rambut Tompel botak.

Tompel kini ditahan di Polres Jakarta Timur. Dia diancam hukuman 5 tahun penjara

2. Mahasiswi Binus

ilustrasi (thinkstock)
AL, seorang mahasiswi Binus, menderita luka melepuh di bagian wajah karena disiram air keras oleh mantan pacarnya Ricky Halim (23). Selain wajah, tangan dan paha kanan AL juga luka.

Akibatnya mahasiswi itu harus menjalani operasi di Rumah Sakit Royal Taruma.

Menurut Kapolsek Palmerah, Kompol Slamet, peristiwa terjadi Kamis (3/10) pagi. Saat itu korban disiram air keras di kosnya di Jalan U No 7B, Rt 09/ Rw 15, Palmerah, Jakarta Barat.

"Pelaku merupakan mantan pacarnya yang baru diputusin 2 bulan lalu. Mungkin dia kemarin datang mau balikan tapi korban tidak mau lalu menyiram korban dengan cairan yang diduga air keras sehingga korban mengalami luka bakar," kata Slamet saat dikonfirmasi detikcom, Senin (7/10/2013).

Slamet mengatakan polisi masih mencari pelaku. "Kita masih melakukan pengejaran," katanya.

3. Briptu Sugito

ilustrasi (thinkstock)
Briptu Sugito Aritonang disiram air keras oleh pelajar berusia 16 tahun, FJ, pada (15/9/2013). FJ melakukan penyiraman saat Sugito membubarkan tawuran warga di Johar Baru, Jakarta Pusat.

Akibatnya, punggung Sugito melepuh. Bahkan Sugito menjalani operasi penggantian kulit.

"Ibu FJ beli soda api untuk menyiram kloset, malah dibawa sama dia untuk tawuran," kata Kasat Reskrim Polres Jakpus AKBP Tatan Dirsan di Mapolres Jakpus, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2013).

Tatan mengatakan, FJ merupakan warga Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat. "Dia ngelempar air keras pakai botol kaca," kata Tatan.

Tawuran antar-warga di kawasan padat penduduk di Kecamatan Johar Baru pecah pada Minggu (15/9) malam. Warga saling lempar batu dan baku pukul. Saat Brigadir Sugito mencoba melerai tawuran, ada orang yang melempar air keras ke arahnya.

4. Pengusaha Rental

Pengusaha rental sound system Ade Lukman Nurhakim (53) disiram air keras oleh tetangganya di Jalan Kampung Sindang Asih Rt 01/08, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (13/8/2013). Alasannya karena Adang, tetangga Ade, tidak terima suara bising dari peralatannya itu.

Saat itu putra kedua Ade, Saiful Bahri (18), tengah mengecek peralatan sound system yang baru dibelinya. Tak terima suara bising yang dihasilkan, Adang memaki pemuda itu.

Cekcok mulut pun tidak terhindarkan. Seketika itu Ade mencoba menenangkan pertikaian tersebut.

"Dari dalam pagar rumah dia (Adang) mengacungkan golok. Nggak lama dia buang golok dan menyiram air dari gayung sebanyak dua kali di bagian depan dan belakang badan saya," ujar Ade saat ditemui di rumah sakit persahabatan lantai II ruang anggrek, Kamis (22/8/2013).

Tak disangka air yang disiramkan oleh tetangganya tersebut merupakan air keras. Alhasil sebagian tubuh korban pun menderita luka bakar.

Ade merasa akar permasalahan tersebut tidak disebabkan permasalahan suara bising belaka. Melainkan rasa dendam Adang yang tidak terima teguran dirinya.

"Di sekitar rumah Ade, warga memang sering cuci motor di sungai di depan rumahnya. Dia sering marah-marah sama warga kalau cuci motor di depan rumahnya, saya bilang baik-baik, mungkin di situ dia kesal," kata Ade yang berbalutkan kain di ranjang kamar rawatnya.

Menjelang Hari raya Idul Fitri, istri korban sempat mendatangi rumah pelaku untuk silahturami. Namun niat baik istri Ade dibalas dengan caci maki dan ancaman. "Saat itu istri saya tidak mempedulikan ucapan pelaku," ucap Ade.

Secara terpisah Kepala sentra pelayanan kepolisian Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Cibungbulan Aiptu Nuryadin membenarkan adanya laporan tersebut. Pelaku berstatus tersangka.
Halaman 2 dari 5
(nwy/nrl)


Berita Terkait