Sesaat setelah dibuka oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, rapat Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/10/2013) langsung dipenuhi interupsi. PKS yang diwakili oleh Aboebakar Al Habsyi dan Hanura yang diwakili oleh Syarifuddin Suding mengawali, mereka mengajukan penetapan Ruhut sebagai Ketua Komisi III dilakukan secara voting.
Interupsi terus bergulir. Lalu tibalah giliran Trimedya Panjaitan. Dia menyampaikan dukungan untuk Ruhut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Trimedya langsung disambar Desmon. Desmon protes, menyerang Trimedya.
"Tidak perlu mengajari kita. Saya tidak ngeh dengan kalimatnya. Ketua Badan Kehormatan memvonis yang berbeda pendapat itu tidak beretika. Tolong kata-kata itu dicabut. Alasannya apa? Tolong dicabut kata-kata anda yang memvonis anggota DPR tidak beretika," kata Desmon.
Desmon merasa Trimedya menganggap dirinya yang tak setuju pelantikan Ruhut tak beretika. Desmon berang, tak terima. Priyo mencoba menengahi. Namun Desmon tetap melancarkan serangan.
"Ini omongan yang tidak beretika. Masa orang kaya gini jadi Ketua Badan Kehormatan DPR," kata Desmon.
Setelah Desmon mereda, Priyo memberi kesempatan Trimedya menanggapi.
"Kami memahami dalam politik ada etika poltik. Ini sikap fraksi, bukan sikap saya perorangan. Kami mengikuti kesepakatan, itu bagian dari konsistensi kami, di semua komisi kami tidak memerpsoalkan oleh semua fraksi. Itu etika politik," jawab Trimedya.
(trq/van)











































