Wiranto: Kualitas Parpol Harus Ditingkatkan dan KPU Harus Dibenahi

Wiranto: Kualitas Parpol Harus Ditingkatkan dan KPU Harus Dibenahi

Prins David Saut - detikNews
Senin, 07 Okt 2013 11:42 WIB
Wiranto: Kualitas Parpol Harus Ditingkatkan dan KPU Harus Dibenahi
Jakarta - Perubahan menjadi kata kunci Wiranto dalam menanggapi kondisi nasional di Indonesia saat ini. Perubahan juga diawalinya dengan pergantian pemimpin.

Kira-kira itulah pemikiran Wiranto yang ia tuangkan dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dengan judul disertasi 'Pengaruh Rekrutmen, Seleksi, Kompetensi, dan Kebijakan Terhadap Perubahan Kondisi Nasional', Wiranto menuturkan parpol di Indonesia masih terkendala manajemen Sumber Daya Manusia.

"Ketika semua sistem ini masih berputar-putar, maka perubahan tidak bisa tersentuh dan belum hadir dalam kehidupan bersama. Jika semua juga buruk, maka bagaimana kita bisa menghasilkan pemimpin yang berkualitas?" tulis Wiranto dalam disertasinya yang dibacakan saat Sidang Doktoral Terbuka UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (7/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Menkopolhukam era presiden ke empat ini juga menilai adanya masalah di KPU dalam menseleksi calon legislatif dan eksekutif. Masalah ini turun hingga ke daerah-daerah, sehingga kemampuan legislatif dan eksekutif di Indonesia kurang begitu baik.

"Jika kita tetap ingin membangun perubahan dalam kehidupan bangsa, maka kualitas parpol harus ditingkatkan dan KPU harus dibenahi. Sehingga dihasilkan pemimpin yang berkualitas," ujar Wiranto.

Wiranto menilai sistem pemilu langsung di Indonesia hingga tingkat kabupaten/kota juga harus dipertimbangkan lebih matang. Menurutnya, sejauh ini pelaksanaan pemilu di Indonesia kurang menghasilkan perubahan yang baik.

"Pemerintah perlu mengambil langkah untuk mempertimbangkan kembali pemilu langsung oleh rakyat. Sistem ini ternyata masih sangat dipaksakan dan lebih banyak kerawanannya dibandingkan keuntungannya," ujar Wiranto.

Untuk menjawab masalah-masalah tersebut, Wiranto menyarankan persyaratan calon pemimpin harus lebih diperketat seperti tidak merangkap jabatan di parpol asalnya. Ia ingin pemimpin fokus pada rakyat bukan pada partai politik yang mengusungnya.

"Rawan jika pejabat eksekutif juga menjabat sebagai pengurus parpol. Terbukti pejabat yang korup kebanyakan yang menjabat di parpol," ujar Wiranto.

Sejumlah tokoh juga menghadiri proses penyematan gelar doktor untuk Wiranto, seperti mantan wakil presiden Jusuf Kalla, Ketua DPD RI Irman Gusman, mantan wapres Try Sutrisno, dan pasangannya dalam pilpres 2014 Hary Tanoe.

Wiranto menyelesaikan disertasinya ini dengan predikat Cum Laude karena nilai akhirnya mencapai 3,92 skala 4. Sidang ini dipromotori oleh Guru Besar UNJ Prof Dr H Djaali dan Prof Dr Muchlis R Ludin, dengan tim penguji Rektor UNJ Prof Dr Bedjo Sujanto sebagai ketua penguji, Prof Dr H Djaali sebagai sekretaris penguji, Prof Dr Muchlis R Luddin, Prof Dr Thamrin Abdullah, Prof Dr Maruf Akbar, dan Prof Dr Thomas Suyatno.

(vid/ega)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads