6 Kisah Pelajar Sadis, dari Doyok Hingga Tompel

6 Kisah Pelajar Sadis, dari Doyok Hingga Tompel

- detikNews
Senin, 07 Okt 2013 11:33 WIB
6 Kisah Pelajar Sadis, dari Doyok Hingga Tompel
Jakarta - Kejahatan yang dilakukan para pelajar akhir-akhir ini tak lagi bersifat kenakalan biasa. Namun sudah masuk ke tindakan kriminal berat. Seperti yang dilakukan kelima orang ini.

Dalam catatan detikcom, sedikitnya ada enam cerita tentang pelajar sadis. Mulai dari kasus pembunuhan, penyiraman air keras, hingga penganiayaan. Semua terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Berikut enam kisahnya:

4 Pelajar SMK Bunuh Sahabat

Empat remaja asal Bandung berstatus pelajar SMK ini bertindak keji. Mereka membunuh sahabat dekatnya, Ardi Irawan (16). Usai beraksi sadis, mereka menyimpan mayat korban ke dalam tong plastik dan membuangnya ke Sungai Cisangkuy, Kampung Rancabungur, RT 6 RW 5, Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Mayat Ardi ditemukan empat bocah yang tengah berenang di sungai tersebut pada Senin (15/7/2013) lalu.
Tim Satreskim Polres Bandung turun tangan memburu pelaku pembunuhan yang namanya sudah dikantongi. Dua hari berselang, polisi berhasil meringkus empat remaja yang ternyata sahabat Ardi.

Aksi nekat tersebut berlangsung di rumah tersangka BG yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Lantaran panik, para pelaku berusaha meninggalkan jejak. Situasi rumah BG waktu itu hening. BG pun membawa tong biru dari kamar mandi rumahnya. Pelaku bergegas membungkus tubuh korban dengan plastik dan karung.

Setelah itu AFB, APP, dan TR mencari gerobak untuk mengangkut jasad Ardi. Sebelum membuang mayat, BG sempat membersihkan kamarnya yang berceceran darah korban.

Membunuh Gara-gara SMS

Seorang remaja putri ditemukan tewas dengan bersimbah darah. Pelakunya ternyata teman-temannya sendiri. Salah satu dari pelaku mengaku tersinggung dengan SMS korban.

Kapolres Sleman AKBP Hery Sutrisman menyatakan berhasil menangkap 5 orang. Tiga di antaranya, SS (15), DG (14), YS (17), sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan dua lainnya, AY (13) dan EP (13) masih sebagai saksi. EP adalah perempuan sekaligus pacar YS.

Korban Nanda Amelia Setyiowati (15) ditemukan di teras sekolah TK Tunas Wisata, Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman, Senin (8/7/2013). Ia tertelungkup dengan kepala bersimbah darah. Di pinggang dan beberapa bagian tubuh, ada luka tusukan senjata tajam.

Berdasarkan penyelidikan polisi, peristiwa sadis itu bermula dari SMS korban ke pacar YS. Korban menyatakan, YS hanya berlaku baik di depan pacar, tapi di belakang tidak. Korban adalah mantan pacar YS.

YS, SS, dan DG bertemu di rumah SS. Kemudian YS meminta pacarnya mengirim SMS ke korban agar menemui pelaku di sawah dekat sekolah TK. Di tempat itu, ada 5 pelaku. Setelah mengobrol, tiba-tiba YS melempar kepala korban dengan batu cor.

Di area sekolah TK, penganiayaan berlanjut. Kepala korban dihantam pelaku dengan menggunakan batu cor. Setelah dipastikan meninggal, korban ditinggal. Jasadnya ditemukan seorang pekerja yang hendak mengecat sekolah tersebut.

ABG Membantai Satu Keluarga Gara-gara Dihina

DK (15 tahun) yang membantai satu keluarga di Temanggung, Jateng. DK adalah keponakan korban.

DK kalap dan mengamuk di rumah Winarno di Dusun Kalibanger, Desa Kalibanger, Kecamatan Gemawang, Temanggung, pada Selasa (8/1) dini hari. Ngasimah, istri Winarno, tewas akibat luka bacokan di kepala dan Dimas Setyo (16) terluka parah. Winarno sendiri juga terluka akibat bacokan parang.

DK yang berstatus pelajar SMK tersebut ditangkap polisi. Ia mengaku melakukan perbuatan sadis karena sakit hati diejek oleh keluarga Winarno.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, DK ditahan di Mapolres Temanggung. Dia dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman seumur hidup.

Cinta Ditolak, ABG Habisi Mahasiswi

Isak tangis mengiringi pemakaman Nurul Islamiati (20) di TPU Kandang Kawat, Palembang, Senin (30/5/2011) pagi. Nurul, mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri Palembang, tewas dibunuh tetangganya Angga (18), pelajar Kelas 2 SMA di Palembang. Angga kalap karena cintanya ditolak.

Nurul tewas pada Minggu (29/5/2011). Awalnya, sekitar pukul 09.00 WIB, Angga, warga Jalan Ratu Sianum Lorong H Umar, Gang Abdul Karim RT 19/04 No 681 1 Ilir Ilir Timur II, Palembang, menelepon Nurul. Di telepon, dia mengaku ibunya ingin bertemu Nurul.

Nurul sempat minta ibunya, Ny Erna, menemaninya. Tapi sang ibu menolak dan meminta Nurul pergi sendiri. Sang ibu yakin tak akan ada masalah apa-apa. Nurul pun pergi ke rumah Angga yang berjarak 50 meter dari rumah orangtuanya.

Setelah 15 menit berlalu, Nurul tidak pulang juga. Ny Erna kemudian pergi menyusul ke rumah orangtua Angga. Saat sampai ke rumah orangtua Angga, Angga tampak keluar rumah sambil berteriak 'rampok, rampok'. Warga pun berdatangan ke rumahnya.

Kepada warga, Angga menjelaskan Nurul disekap perampok di lantai dua rumahnya. Namun, pengakuan ini jelas tidak diterima warga, sebab Nurul sudah terkapar tak bernyawa dengan leher luka terkena irisan pisau, sedangkan warga tak menemukan satu pun orang atau perampok di rumah tersebut.

Akhirnya, Angga pun diamankan oleh polisi. Saat diperiksa di kantor Polsek Ilir Timur II Palembang, Angga akhirnya mengaku bahwa dirinya yang membunuh Nurul. Sadis!

Doyok Bunuh Siswa SMA 6

Fitra Rahmadani alias Doyok menusuk nyawa siswa SMA 6 Jakarta Alawai Yusianto Putra. Doyok pun divonis 7 tahun penjara.

Di dalam dakwaannya, Doyok terbukti menghilangkan nyawa Alawi saat terjadi tawuran antara SMA 70 dan SMA 6 Jakarta Selatan. Alawi tewas dengan luka akibat tusukan benda tajam.

Ibu Alawi, Endang Puji Hastuti, yang mengetahui Doyok divonis 7 tahun langsung berteriak usai sidang ditutup. Ia langsung meneteskan air mata. Dia merasa putusan itu tidak adil.

Tompel Siram Air Keras

RN alias Tompel, siswa SMKN 1 (SMK Boedoet) menyiram penumpang bus PPD 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol, Jumat (4/10) lalu. Dia menyiram para penumpang yang diisi oleh pelajar SMK lain itu karena dendam.

Kepolisian Resor Jakarta Timur menyatakan bahwa aksi penyiraman air keras ke penumpang bus PPD 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol, Jumat (4/10) lalu, tidak berkaitan dengan tawuran antarpelajar. Aksi itu dilakukan oleh Tompel seorang diri.

Tompel melakukan hal itu lantaran menyimpan dendam kesumat. Kepada polisi, Tompel mengaku, enam bulan lalu ia pernah disiram air keras oleh pelajar tak dikenal saat ia naik bus melintasi Matraman, Jakarta Timur. Akibat penyiraman itu, rambut Tompel botak.

Jumat 4 Oktober pagi, ia melihat bus PPD 213 yang ditumpangi sebagian pelajar SMA. Ia kemudian melancarkan niatnya untuk balas dendam saat bus PPD 213 rute Kp Melayu-Grogol berhenti di Jalan Jatinegara Barat, Jatinegara, Jakarta Timur.

Saat ini Tompel berada di Polres Jakarta Timur untuk diperiksa. Akibat ulahnya menyiramkan air keras, 16 penumpang termasuk 4 pelajar SMK 34 menderita luka-luka. Tiga di antaranya masih dirawat di RS karena luka serius.

Halaman 2 dari 7
(mad/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads