1. Kebon Jeruk
|
|
Kebenaran akan rumah Atut itu disampaikan oleh para petugas keamanan kompleks tetangga perumahan itu. Sementara satpam perumahan Interkon mengaku tidak tahu soal rumah Atut.
Pembenaran soal rumah Atut didapat dari tetangganya. Bahkan dia mengatakan Ratu Atut ada di rumah itu pada Sabtu (5/10/2013).
"Iya Bu Ratu ada di rumah itu, ajudannya tadi juga datang," ujar tetangga Atut yang tak mau disebutkan namanya itu pada Sabtu (5/10/2013).
Pagar rumah itu tertutup rapat dan dijaga oleh petugas keamanan, sehingga sulit untuk mengintip keadaan di dalam rumah. Ada sekitar 14 mobil yang terparkir di depan rumah itu. Disebut-sebut ada pertemuan keluarga. Sementara dua mobil terlihat masuk ke halaman rumah.
Menurut tetangga itu, para tamu mulai berdatangan ke rumah Atut sejak pukul 09.30 WIB. Karena halaman rumah tak terlalu luas, sehingga mobil-mobil itu parkir di badan jalan komplek perumahan.
Rumah itu dikabarkan dimiliki Atut sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, rumah itu jarang dikunjungi oleh Atut.
Sekitar pukul 15.15 WIB, Atut terlihat keluar dari rumahnya. Dia pergi menggunakan sedan Lexus hitam B 16 RAC yang sempat berjalan lambat saat akan keluar dari rumah.
Sekilas wajah Atut terlihat, namun mobil mewah itu langsung melaju kencang tanpa sempat dikejar awak media.
Mobil itu dikawal dengan mobil Nissan X-Trail yang tepat melaju di belakangnya.
Pada Minggu (6/10/2013), di rumah itu juga terlihat anak kedua Atut, Andiara Aprilia Hikmat meninggalkan kediamannya. Dia membawa dua buah koper saat pergi.
Andiara ditemani neneknya atau ibunda Atut saat menaiki Fortuner bernopol A 1203 NR. Wanita muda ini mengenakan jilbab kuning, baju panjang hitam dan celana jeans.
Sedangkan ibu Atut memakai jilbab coklat. Mereka kemudian masuk ke dalam Fortuner yang telah menunggu dan langsung meninggalkan rumah sekitar pukul 14.00 WIB.
Β
2. Serang
|
|
Mobil itu langsung masuk ke garasi. Mobil Atut dikawal Nissan X-Trail yang berada di belakang.
Rumah mewah Atut dijaga polisi dan petugas Satpol PP.
3. Bandung
|
|
Rumah elite tersebut berjarak hanya dua kilometer dari kantor DPD Partai Golkar Jabar di Jalan Pelajar Pejuang 45 atau sekitar satu kilometer dari Gedung Bikasoga Bandung.
Sejak masuk mulut Jalan Suryalaya, umumnya warga setempat mengetahui perihal rumah mewah ini.
"Oh, rumahnya Bu Atut yang gubernur. Di sana, pokoknya paling besar. Warga pasti tahu," jelas pria uzur yang tidak mau namanya disebutkan. Dia diwawancara di kios rokok Jalan Suryalaya, Sabtu (5/10/2013).
Warga sekitar, Niek Syaeful, mengaku dua pekan lalu pernah melihat Atut datang ke rumah tersebut. "Masih bulan September kemarin. Saya lihat Bu Atut dikawal pakai mobil voorijder polisi dari Polda Banten," jelas Niek diamini beberapa rekannya saat ditemui di warung yang jaraknya 50 meter dari rumah mewah itu.
Niek dan warga sekitar memercayai pemilik satu area luas yang di dalamnya berdiri sejumlah bangunan ini ialah Atut.
"Warga tahunya memang punya Bu Atut. Kami sering lihat hampir tiap malam minggu Bu Atut mendatangi rumah gede itu. Ya gitu, tiap datang ke Bandung selalu dikawal
polisi. Kalau Tubagus Chaeri Wardana juga pernah ke rumah itu," tutur Niek.
"Dulu ada enam rumah di situ. Dibeli semuanya. Satu rumah luasnya 400 meter persegi, nah kalikan saja enam. Segitulah luas bangunan rumah itu sekarang," ucap Niek menambahkan.
Di lokasi, satu areal lahan ini terdapat sekitar empat bangunan rumah yang dua di antarnya tiga lantai. Letak rumah ini menyambung antara Jalan Suryalaya III dan IV.
Sekeliling bangunan terpasang beberapa kamera CCTV. Kiri kanan rumah terpasang tembok setinggi 2,5 meter yang ditempel ornamen barisan tiang beton menjulang ke atas yang masing-masing tingginya sekitar 2,5 meter. Satu pos satpam berada di lokasi.
"Kalau ini rumahnya Yuyun Srihartini, masih keluarganya Bu Atut. Jadi rumah ini bukan punya Bu Atut. Tapi memang Bu Atut sering ke sini," jelas Hali (35), salah satu sekuriti yang menjaga rumah itu, saat dikonfirmasi soal siapa sebenarnya pemilik rumah.
Menurut Hali, terakhir Atut datang ke rumah tersebut sekitar empat bulan lalu. "Rumah ini 'kan sudah ada enam tahun lalu. Memang rumah di sini sering dipakai acara ngumpul keluarga Bu Atut. Sekarang paling rumah sekaligus kantor ini dijaga 20 penjaganya terdiri pembantu dan petugas keamanan," papar Hali.
Sewaktu mengobrol dengan Harli, ada kurir surat memberikan amplop cokelat ukuran besar. Surat yang diterima Harli itu ditujukan bagi pemilik rumah yaitu Yuyun Srihartini.











































