Mahasiswa Papua di Yogya Demo, Minta Referendum

Mahasiswa Papua di Yogya Demo, Minta Referendum

- detikNews
Senin, 08 Nov 2004 14:53 WIB
Yogyakarta - Sekitar 200 mahasiswa Papua di Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi mahasiswa Papua (AMP), Senin (8/11/2004) menggelar aksi demo di Bundaran kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.Mereka menuntut penyelesaian kasus terbunuhnya 6 warga non-Papua yang bekerja sebagai sopir mobil hardtop trans Wamena - Mulia pada 12/10/2004 lalu di Puncak Jaya. Selain itu mereka juga menuntut dilakukan referendum untuk menentukan nasib sendiri bangsa Papua.Beberapa poster dan spanduk yang dibawa di antaranya bertuliskan "Jangan Jadikan Bangsa Papua Sebagai Lahan Bisnis Militer, Segera Tarik Militer dari Puncak Jaya, Tolak Pemekaran Papua, Beri Kebebasan Bangsa Papua untuk menentukan nasibnya sendiri."Dalam aksinya, mereka meneriakkan yel-yel anti militerisme, tolak pemekaran Papua dan referendum, juga mengecam pemerintahan SBY - Kalla yang hanya mengumbar janji-janji omong kosong.Pemerintahan SBY juga dianggap anti demokrasi dan membiarkan terjadinya kekerasan yang dilakukan TNI atas rakyat Papua dalam kasus berdarah di Tingginambur Kecamatan Ilu Kabupaten Puncak Jaya.Jimmy Erelak, juru bicara AMP mengatakan, akibat kasus Puncak Jaya berdarah itu, masyarakat masih dihantui perasaan ketakutan. Diperkirakan sekitar 5 ribu orang terpaksa mengungsi dan bersembunyi di hutan-hutan."Kami meminta meminta segera dihentikannya operasi militer di sana yang dilakukan tim gabungan Kopasus dan Brimob serta teror-teror terhadap rakyat dengan dalig mencari anggota OPM," kata Jimmy.Menurut Jimmy, referndum adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan kasus dengan cara mereview Pepera tahun 1969 bagi rakyat Papua untuk menentukan nasibnya sendiri."Pemerintah SBY harus menarik pasukan non-organik baik legal maupun ilegal dari Puncak Jaya secepatnya dan segera dibentuk tim investigasi internasional independen untuk mengusut kasus tersebut," tegas Jimmy.Setelah menggelar aksi di Bundaran UGM, massa kemudian melakukan long march menuju perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta di Jl Senopati. Di sepanjang jalan yang dilalui seperti Jl Cik Di Tiro, Sudirman, Mangkubumi dan Malioboro, mereka membagi-bagikan seleberan yang berisi tuntutan agar dilakukan refendum dan penyelesaian kasus Puncak Jaya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads