Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Hendrasto mengatakan, letusan terjadi sekitar pukul 03.37 WIB, Minggu (6/10/2013). Letusan Phreatik ini adalah aktivitas kedua setelah peristiwa serupa terjadi Sabtu (5/10/2013), tepat pukul 06.21 WIB.
"Letusan terjadi selama sembilan menit," kata Hendrasto saat berbincang dengan detikcom, Minggu (6/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laiknya sebuah aktivitas vulkanologi, jejak erupsi tersebut terlihat dari kerikil batu yang berserakan di sekitar kawah.
"Pengaruhnya lokal saja, artinya di sekitar kawah," kata Hendrasto.
Akibat letusan tersebut juga terlihat lubang sebesar 20 meter di kawah Tangkuban Parahu. "Karena tremornya masih muncul, masih waspada level II," jelasnya.
Dia menambahkan, karena aktivitas letusan phreatik gunung masih dimungkinkan terjadi berdasarkan pengamatan seismograf, maka aktivitas pelancong di Tangkuban Parahu ditutup sementara waktu.
"Untuk jarak steril sendiri direkomendasikan 1,5 kilometer dari kawasan kawah," ujar Hendrasto.
(ahy/nrl)











































