Ini Penjelasan Menko Polhukam Soal Ledakan Granat di Tabanan Bali

Ini Penjelasan Menko Polhukam Soal Ledakan Granat di Tabanan Bali

Mega Putra Ratya - detikNews
Sabtu, 05 Okt 2013 14:25 WIB
Djoko Suyanto (rumgapres)
Jakarta - Dua anak menjadi korban ledakan granat di Bedugul, Tabanan, Bali. Saat ini masih diselidiki darimana dan milik siapa granat yang meledak tersebut.

"Ditemukan di situ oleh masyarakat, sialnya masyarakat tidak tahu itu granat, sehingga dipakai main-main oleh masyarakat. Sementara laporan seperti itu ada yang meninggal dan luka berat , sementara laporannya seperti itu," ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Sabtu (5/10/2013).

Saat ini pihak kepolisian sedang menyelidiki darimana sumber granat tersebut. Selain itu juga diselidiki apakah lokasi tersebut pernah digunakan latihan oleh TNI/Polri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu sekarang lagi diselidiki apakah benar (tempat latihan kopassus), nanti mengalir. Dari situ kita baru bisa tarik kesimpulan," jelasnya.

"Jangan berandai-andai , tunggu dulu sampai mereka menemukan kepastian dari mana jenisnya apa , dari pinnya kan bisa dilihat," tutupnya.

Ledakan granat mengakibatkan tewasnya Yesi Yuspa (14), laki-laki. Ia adalah pekerja kebun di Bukit Catu, Desa Candikuning, Bedugul. Korban lainnya adalah teman Yesi, Komang Budiasa (13). Pelajar ini mengalami luka berat di dahi dan kepala. Keduanya dibawa ke RS Tabanan, Bali.

(ega/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini