"Semua tersangka dan terdakwa ketika ditanya oleh KPK selalu melakukan penyangkalan-penyangkalan. Bagi kita, itu hal yang biasa. Karena kita punya bukti-bukti yang mendukung yang bisa membuktikan bahwa tersangka benar telah melakukan tindak pidana yang disangkakan," kata Abraham ditanya soal kasus Akil Mochtar usai mengikuti upacara HUT TNI ke-68 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Sabtu (5/10/2013).
Saat ini penyidik KPK tengah mengembangkan penyidikan kasus suap terkait sengketa Pilkada Lebak, Banten dan sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Penyidik juga memvalidasi temuan penggeledahan di sejumlah tempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum masuk rutan KPK, Akil Mochtar mengaku tidak mengenal anggota DPR Chairun Nisa dan seorang pengusaha bernama Cornelis yang ditangkap secara bersamaan di rumah dinas Akil.
"Ada orang datang tadi malam ke rumah saya sekitar jam 9 (malam) ngakunya dari Kalimantan Tengah, saya masih di dalam. Terus dikasih tahu ada tamu," papar Akil, Kamis (3/10).
Menurut Akil, saat ia keluar, petugas KPK sudah terlihat. Mereka langsung menggeledah dan menemukan amplop berisi uang. "Bukan dijebak, saya tidak tahu maksud dan kepentingannya apa," jawab Akil ketika ditanya dirinya merasa dijebak.
(/)










































