Mahasiswa Tuntut Atut Mundur, Ini Jawaban Golkar

Ratu Atut Dicegah KPK

Mahasiswa Tuntut Atut Mundur, Ini Jawaban Golkar

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sabtu, 05 Okt 2013 11:16 WIB
Mahasiswa Tuntut Atut Mundur, Ini Jawaban Golkar
Ratu Atut
Jakarta - Ratusan mahasiswa berunjuk rasa menuntut Gubernur Ratu Atut mundur di depan kantor DPRD Banten di Serang pada Jumat (4/10). Apa jawaban Golkar?

"Kalau soal mundur itu bukan domain partai," kata Wasekjen Golkar Tantowi Yahya kepada detikcom, Sabtu (5/10/2013).

Menurut Golkar, Atut dipilih oleh rakyat melalui mekanisme yang demokratis. "Tidak ujug-ujug, tapi melalui pilihan dari masyarakat, artinya yang bersangkutan menduduki jabatan publik tidak ditunjuk Golkar tapi karena pilihan rakyat dan harus menghargai," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratusan mahasiswa berunjuk rasa di depan kantor DPRD Banten di Serang. Mereka minta Ratu Atut Chosiyah yang dicegah KPK mundur dari jabatannya. Sempat ricuh dengan polisi.

Aksi digelar oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Banten, Jumat (4/10/2013). Mereka berusaha merangsek masuk ke kantor DPRD, tempat Atut dijadwalkan menghadiri rapat paripurna istimewa HUT Banten ke-13. Polisi mengadang.

"Atut harus mundur! Dia sudah dicekal KPK!" teriak para mahasiswa.

Sekitar pukul 09.40 WIB, aksi mahasiswa mulai memanas. Mereka terlibat dorong-dorongan dengan polisi. Adu fisik dan adu mulut terjadi. Mahasiswa yang mengenakan seragam almamater kampusnya itu didorong mundur.

Ratu Atut dicegah KPK menyusul penetapan adiknya, Tubagus Wawan, sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada Ketua MK Akil Mochtar terkait sengketa Pilkada Lebak, Banten.



(van/gah)


Berita Terkait