Indonesia Terpilih Jadi Wakil Ketua Komite Palestina

Indonesia Terpilih Jadi Wakil Ketua Komite Palestina

Dhani Irawan - detikNews
Sabtu, 05 Okt 2013 08:15 WIB
Jakarta -

Wakil tetap RI untuk PBB Duta Besar Desra Percaya terpilih menjadi Wakil Ketua Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People (CEIRPP) atau Komite Pelaksana Hak-hak Yang Tidak Dapat Diabaikan dari Rakyat Palestina. Desra terpilih secara aklamasi dalam pertemuan yang berlangsung di Markas PBB di New York, Jumat (4/10) kemarin.

"Tanggung jawab sebagai Wakil Ketua ini merupakan penghargaan sekaligus sebagai pengakuan atas dukungan yang selalu diberikan Pemerintah dan rakyat Indonesia kepada perjuangan rakyat Palestina," ujar Desra dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (5/10/2013).

Desra mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan penguatan dukungan internasional bagi Palestina. Hal ini dikarenakan adanya langkah-langkah ilegal Israel yang terus melanjutkan pembangunan pemukiman Yahudi dan pengusiran warga Palestina dari tanah mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dukungan dari negara dan kalangan masyarakat sipil, termasuk media, akan memperkuat opini internasional untuk menolak tindakan dan kebijakan Israel," kata Desra.

Desra juga menambahkan, Indonesia terus berupaya memberikan bantuan kepada warga Palestina melalui pelatihan dalam berbagai hal. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas warga Palestina.

"Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, Indonesia telah memberikan pelatihan-pelatihan, antara lain, di bidang keuangan, kewirausahaan, pertanian, pelatihan diplomatik, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan. Indonesia telah memberi pelatihan kepada lebih dari 1.200 warga Palestina dalam kurun 2008-2013," kata Desra.

Indonesia sendiri selalu konsisten dalam memberikan dukungan kepada Palestina, termasuk untuk menjadi anggota penuh PBB. Pengesahan resolusi Majelis Umum PBB nomor 67/19 tanggal 29 November 2012, yang memberikan status “Non-member Observer State” kepada Palestina di Majelis Umum PBB, merupakan langkah penting ke arah keanggotaan penuh tersebut. Dukungan juga diberikan Indonesia di berbagai forum internasional lainnya, termasuk ketika Palestina mengajukan permohonan menjadi anggota United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2012.

CEIRPP dibentuk pada tahun 1975 berdasarkan resolusi Majelis Umum PBB No. 3376, dengan tujuan untuk membantu terpenuhinya hak rakyat Palestina dalam menentukan nasib sendiri tanpa campur tangan pihak luar, memperoleh kemerdekaan dan kedaulatan, dan membantu pengungsi Palestina kembali ke kota asalnya. Anggota CEIRPP adalah Afghanistan, Afrika Selatan, Belarus, Bolivia, Ekuador, Guinea, Guyana, India, Indonesia, Kuba, Laos, Madagaskar, Malaysia, Mali, Malta, Namibia, Nikaragua, Nigeria, Pakistan, Senegal, Siprus, Sierra Leone, Tunisia, Turki, Ukraina, dan Venezuela. Selain itu sejumlah negara dan organisasi internasional juga tercatat sebagai peninjau, yakni Aljazair, Arab Saudi, Bangladesh, Bulgaria, Irak, Kuwait, Lebanon, Libya, Mauritania, Maroko, Mesir, Niger, Palestina, Qatar, Sri Lanka, Suriah, RRT, Uni Emirat Arab, Viet Nam, Yaman, dan Yordania; serta Uni Afrika, Liga Arab, dan Organisasi Kerja sama Islam (OKI).

(dha/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini