Marwah Daud Calonkan Diri Jadi Ketua Umum Golkar
Senin, 08 Nov 2004 13:50 WIB
Jakarta -
Berbekal semangat kesetaraan gender dan wilayah, Marwah Daud Ibrahim siap mencalonkan diri menjadi ketua umum Partai Golkar periode 2005-2009.Pencalonan Marwah akan diajukan pada Munas Partai Golkar ke-VII di Bali pada 15 hingga 20 Desember 2004. "Hasil pemilu legislatif dan presiden menyisakan pertanyaan tentang peran parpol karena muncul missing link antara kebijakan partai dan aspirasi rakyat. Maka perlu dilakukan introspeksi partai khususnya Golkar," kata Marwah Daud Ibrahim yang juga Ketua DPP Partai Golkar di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/11/2004)."Selama ini, ketua umum Partai Golkar didominasi pria dan berbasis wilayah barat Indonesia. Dengan semangat kesetaraan gender dan wilayah, saya merasa terpanggil mencalonkan diri sebagai ketua umum partai Golkar," lanjutnya.Dikatakan Marwah, ada 8 pokok pikiran yang akan ditawarkan dalam Munas yaitu menjadikan Golkar sebagai partai pemersatu, melayani rakyat, mandiri dan produktif, partai kader, partai kaum muda dan perempuan, terbuka dan transparan, modern, maju, demokratis dan aspiratif dan partai yang solid."Saya mengusulkan agar DPD tingkat dua yang selama ini hanya peninjau diberikan hak bicara dan suara. Lalu bursa calon ketua umum diperluas. Jangan dibatasi hanya dari pengurus saja tetapi boleh dari tokoh di luar, terutama yang terlibat konvensi kemarin," ungkapnya.Lobi DPD sudah sampai mana?"Belum karena ini baru hari pertama. Mungkin nanti sekalian pulang kampung akan mulai dilakukan. Yang jelas akan dilakukan terbuka," jelasnya.Mengenai rival di Munas, menurut Marwah, yang paling siap mencalonkan diri menjadi ketua umum adalah Akbar Tandjung. "Saya baru dengar calon yang akan maju Akbar Tandjung sebagai ketua yang menjabat sekarang. Saya berharap calon dari luar ada, seperti Aburizal dan Jusuf Kalla. Sedangkan dari dalam, Agung Laksono dan Theo L Sambuaga. Cuma saya lihat yang paling siap Pak Akbar," imbuhnya.Undang Fahmi CsDalam kesempatan yang sama, Marwah Daud berharap Fahmi Idris dan Marzuki Darusman beserta kader lain yang dipecat dari Partai Golkar diundang dalam Munas mendatang."Mereka layak menjelaskan posisi mereka di Munas nanti. Kalau ternyata penjelasan mereka bisa diterima keluarga besar Golkar maka mereka berhak untuk kembali," demikian Marwah Daud Ibrahim.
(aan/)










































