Enam Ekor Gajah Tewas, Diduga Diracun Warga
Senin, 08 Nov 2004 13:18 WIB
Pekanbaru - Bagaimana bila Gajah mengamuk? Aksi hewan bertubuh besar dan berbalai ini tentu membuat takut masyarakat. Lantas warga pun berusaha agar Gajah itu tidak marah lagi. Salah satunya meracuninya. Dan Senin (8/11/2004), enam Gajah pun tewas. Enam Gajah tewas ini ditemukan di Desa Pasir Panda, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Gajah-gajah itu ditemukan sudah tidak tidak bernyawa di lokasi yang sama sekitar pukul 07.00 WIB oleh warga. Enam ekor Gajah itu terdiri dari empat Gajah dewasa dan sisanya masih muda. Sampai pukul 13.00 WIB, bangkai keenam Gajah itu masih tergeletak di lokasi. Masyarakat belum berani mengevakuasinya, karena masih menunggu petugas dari Dinas Kehutanan. Kabupaten Rokan Hulu yuang berbatasan dengan Tapanuli Selatan adalah salah satu tempat kawasan Gajah liar yang terbesar di Riau. Informasi yang dihimpun detikcom, kawanan Gajah selama ini sudah sering masuk kampung dan merusak perkebunan kelapa sawit milik warga. Mengapa? Hal ini diduga karena disulapnya kawasan hutan menjadi kebun kelapa sawit. Kejadian ini sudah terjadi selama lima tahun terakhir. Akibatnya, hal ini diduga telah merusak ekosistem Gajah, sehingga Gajah sering masuk ke perkampungan dan mengamuk. Masyarakat setempat sudah mengeluh atas ulah Gajah ini. Salah seorang warga, Landung Nasution mengaku, warga sudah kehabisan akal untuk mengusir kawanan Gajah itu. Bahkan, selama ini, masyarakat sudah memasang racun di pohon-pohon kelapa sawit. Namun, selalu gagal, karena tercium oleh Gajah. Akhirnya, warga memasang racun lewat sabun batangan yang disebarkan di sejumlah kawasan perkebunan sawit itu. Dan tampaknya, cara ini jitu. Karena itu, diduga kuat, matinya enam Gajah ini karena racun itu, meski sampai sekarang belum bisa dibuktikan. Sebelumnya, sudah tercatat 15 Gajah lainnya juga tewas, yang diduga akibat racun yang ditebarkan warga dan pengusaha perkebunan.
(asy/)











































