Setidaknya, jamuan makan siang tersebut dapat dilihat dalam beberapa kasus seperti pada warga Waduk Pluit, warga Waduk Ria Rio, pedagang kaki lima Tanah Abang serta warga Petukangan Selatan. Seluruhnya dapat dicairkan dengan jamuan makan siang sang gubernur.
Praktisi psikologi sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Ikhwan Lutfi menilai aspek keberhasilan Gubernur Jokowi dalam meluluhkan warga sebab telah bertemu dengan warga sebelum mengajak makan siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, lanjut Ikhwan, dalam budaya masyarakat Indonesia undangan makan siang akan dapat lebih dekat dan memberikan efek positif terhadap psikologis warga.

"Budaya kita kalau diundang dengan makan siang jadi lebih enak, lebih dekat dengan psikologis warga. Jadi lebih dekat, lebih cair suasananya dan tidak formal," kata dia.
Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia Ari Junaedi melihat cara pendekatan Jokowi itu cukup efektif. Hal tersebut juga menjadi keunikan tersendiri dari Jokowi dalam berinteraksi dengan warganya.
"Jokowi kan sudah lima kali melakukan mediasi lewat makan siang. Mujarab, politis dan cukup efektif. Dari mata saya itu jadi kelebihan Jokowi menggunakan cara yang halus kepada masyarakat untuk menuntaskan persoalan," kata Ari kepada detikcom, kemarin.
Menurut pengamatannya, dibandingkan pemimpin lain atau Gubernur DKI sebelumnya, baru Jokowi yang punya cara unik pendekatan dengan mengajak makan siang bareng. Jokowi dinilai sebagai pelopor pejabat yang menekankan cara ini dan perlu ditiru pejabat-pejabat lain.
Â
Selain itu, Jokowi juga memberikan paradigma baru kalau menyelesaikan persoalan Jakarta tanpa perlu melakukan kekerasan. "Lihat saja Satpol sudah jarang bawa pentungan," ujarnya.
Ari juga melihat cara Jokowi saat menjamu warga juga penuh ketulusan dan tidak ada paksaan. Misalnya, cara Jokowi mengambilkan nasi dan menawarkan lauk pauk saat makan siang untuk warga itu adalah memperlihatkan Jokowi sebagai pimpinan yang ingin melayani. Bukan sebaliknya ingin minta dilayani.
"Pemimpin itu menunjukkan contohnya. Dan masyarakat bisa berinteraksi dengannya kalau ada masalah. Apa yang ditanya masyarakat, Jokowi jawab," tegasnya.
(brn/brn)











































