Masalah Lurah Susan, Jokowi Pun Siapkan Jurus Jamu Warga

Diplomasi Makan Siang Jokowi

Masalah Lurah Susan, Jokowi Pun Siapkan Jurus Jamu Warga

Idham Khalid, Hardani Triyoga - detikNews
Jumat, 04 Okt 2013 15:39 WIB
Masalah Lurah Susan, Jokowi Pun Siapkan Jurus Jamu Warga
Lurah Susan (Fotografer - Grandyos Zafna)
Jakarta -

Adanya persoalan penolakan sejumlah warga terhadap kepemimpinan Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli disikapi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dengan cara yang bersahabat.

Jokowi sudah berencana mengundang warga yang menolak dan mendemo Lurah Susan untuk makan siang pada pekan depan. Hal ini untuk melihat respons warga terhadap upaya mediasi terkait persoalan tersebut.

“Iya dicoba untuk ketemu makan siang minggu depan. Perwakilan mereka 12-15 orang cukup ya nanti,” kata Jokowi di sela-sela kunjungan ke Rusun Pinus Elok, Jakarta Timur, kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan cara mengajak makan siang, bekas Wali Kota Solo ini mengaku ingin berkomunikasi dan mendengarkan langsung aspirasi warga yang menolak lurah Lenteng Agung yang baru itu. Namun, dia tidak akan memutasi Susan ke wilayah lain.

 



Jokowi menjelaskan mutasi atau promosi yang menentukan adalah survei Indeks Goverment Service setelah enam bulan dievaluasi. “Ya enggak bisa asal-asalan. Nanti ada IGS yang nilai, bukan saya,” ujarnya.

Lagipula, menurutnya, urusan itu seharusnya bisa diselesaikan di level camat atau wali kota Jakarta Selatan. Tapi, karena warga berkeras dan ingin bertemu langsung dengan gubernur, dia tetap akan melayani. “Iya warga kan enggak cocok dengan sistem lelang jabatan. Mereka protes,” ujar Jokowi.

Kepala Biro Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri Pemprov DKI, Heru Budi Hartono, mengatakan ia sudah diinstruksikan untuk mengurus soal jamuan makan siang dengan warga yang menolak Lurah Susan pada pekan depan.

Heru meyakini persoalan penolakan warga terhadap Lurah Susan bisa dimediasi secara baik oleh Jokowi di meja makan. Hal ini mengacu penyelesaian masalah dengan beberapa kali jamuan makan siang seperti persoalan PKL Tanah Abang, warga Waduk Pluit, dan warga Petukangan.

“Ya ngobrol biasa. Pak Gubernur mendengarkan kemudian tawarkan solusi kayak ke Rusunawa Marunda itu. Kayak warga Ria Rio yang ditawarkan ke Rusunawa Pinur Elok,” kata Heru saat dikonfirmasi detikcom kemarin.

Heru memandang cara jamuan makan siang cukup efektif dalam menyelesaikan suatu masalah. Ia melihat Jokowi low profile dan menyempatkan waktunya untuk menjamu warga. "Iya, beliau juga pernah ambilin nasi buat warga. Persilakan mereka ambil lauk sambil ngobrol. Kalau saya bilang pendekatan ini berhasil,” katanya.

(brn/brn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini