Lokasi itu sering juga disebut bunker karena ruang itu mirip sebuah bunker dan hanya memiliki satu akses pintu masuk. Bangunan itu merupakan bangunan yang paling tidak mencolok di Monas.
Aisah, salah seorang pegadang minuman mengatakan bahwa suasana kawasan bunker sering sepi apalagi jika pada malam hari. Karena sepinya, hanya beberapa pasangan muda-mudi yang sering terlihat duduk bersama di sekitar tempat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aisah mengatakan dirinya pernah mendengar bahwa bunker sering dijadikan tempat pasangan muda-mudi memadu kasih.
"Lihat saja tempatnya, kalau baring di sana tidak ada yang lihat," ujarnya.
"Coba saja masuk ke sana atau tiduran di samping bunker. Apalagi masuk ke dalam, pasti tidak kelihatan," imbuhnya sambil tertawa.
Namun, sejak adanya polisi dan satpol PP yang berjaga di Monas, hal tersebut sudah tidak pernah didengarnya lagi.
"Baru kali ini lagi ada kayak gitu di sini," ucapnya.
Saat ditanyakan apakah Aisah pernah melihat pasangan yang berbuat mesum di bunker itu, perempuan ini mengaau tidak pernah mendapatinya.
"Saya tahunya dari cerita teman-teman di sini. Jam 10 malam saya sudah pulang ke kontrakan," ucapnya.
(tfq/gah)











































