Seorang jamaah haji ditemukan meninggal dunia di Bukit Jiyad, Makkah. Nenek 83 tahun asal Embarkasi Solo 48 itu rupanya tersesat arah tujuan ke pemondokan.
Kasi PAM Daker Makkah, Asep Abdullah, menceritakan peristiwa itu berawal saat almarhumah bersama 2 temannya berangkat ke Masjidil Haram untuk salat zuhur pada Selasa 1 Oktober 2013 pukul 11.30 WAS.
Pada pukul 20.00 WAS, almarhumah belum kembali ke pemondokan dan kasus ini dilaporkan ke sektor 6.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, kata Asep, diterima laporan dari petugas Maktab 28 yang menyebut ditemukan jamaah haji yang meninggal dunia di Bukit Jiyad pada Rabu 2 Oktober pada pukul 01.30 WAS.
"Itu bukan bukit seperti yang dibayangkan tetapi wilayah perbukitan dan ada perumahan juga. Polisi mendapat laporan dari masyarakat," kata Asep.
Menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan aparat kepolisian tidak ditemukan indikasi penganiayaan, uang maupun identitas lengkap. Jamaah haji tersebut diduga menderita hipertensi.
Dalam kesempatan terpisah, Kasi Kesehatan Daker Makkah, dr Subagyo, mengatakan hal yang sama.
"2 Hari lalu dilaporkan. Jamaah haji ditemukan meninggal dunia di daerah perbukitan," kata dr Subagyo, di kantor BPHI, Daker Makkah, Kamis (3/10/2013).
Menurut dia, pihak Kepolisian Arab Saudi tidak menemukan dugaan terjadinya faktor-faktor kriminalitas.
"Kesasar, terlepas dari rombongan. Sudah berusia lanjut dan setengah pikun," ujar dokter spesialis paru-paru ini.
Hingga Kamis 3 Oktober ini, total ada 16 calon jamaah haji yang wafat di Makkah. Sebagian besar menderita sakit gangguan jantung dan hipertensi.
(aan/ega)










































