Kepala Kesehatan Daker Makkah dr Subagyo memastikan persediaan obat-obatan bagi jamaah haji selama prosesi haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) aman. Obat-obatan juga telah dialokasikan.
"Alhamdulillah aman. 1 Kali penerimaan, 1 kali droping beberapa kontainer, beberapa ton obat masuk. Insya Allah sudah dialokasikan," kata Subagyo di kantor BPHI Makkah, Kamis (3/10/2013).
Untuk ambulans, kata dia, menjadi tanggung jawab pemerintah Arab Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Subagyo, pembekalan kesehatan juga sudah dialokasikan. Ia masih melakukan lobi-lobi pelayanan kesehatan antara BPHI dengan petugas maktab dan berharap terjalin kerjasama.
"Persediaan alat kesehatan untuk 1 malam di Arafah, 3 malam di Mina dan beberapa jam di Muzdalifah yang hanya membawa ransel P3K," papar dia.
Ia memaparkan sebanyak 113. 203 jamaah haji dari 277 kloter sudah tiba di Makkah per hari ini. Total ada 16 orang jamaah haji meninggal dunia di Makkah.
Menurut dia, 51.710 jamaah haji dengan risiko tinggi. Sedikitnya 27 orang jamaah haji dirawat di RS Arab Saudi dan 44 jamaah haji dirawat di BPHI. BPHI memiliki 179 petugas kesehatan dan 116 ruang rawat inap.
"Rata-rata banyak dari faktor jantung, hipertensi," kata dia.
Subagyo menambahkan seorang jamaah haji gelombang I meninggal dunia karena infeksi saluran pernafasan.
"Dari Madinah, jamaah haji tidak ada masalah. Salat Arbain komplit. 3 Hari di Makkah, jamaah haji tersebut demam tinggi, batuk dan nyeri dada," kata dokter spesialis paru-paru ini.
(/)










































