Kisah Ahok di Sengketa Pilkada 2007, Pernah Ditawari Calo di MA

Kisah Ahok di Sengketa Pilkada 2007, Pernah Ditawari Calo di MA

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Kamis, 03 Okt 2013 18:53 WIB
Kisah Ahok di Sengketa Pilkada 2007, Pernah Ditawari Calo di MA
Jakarta - Ahok pernah bersengketa di Pilkada Bangka Belitung pada 2007. Saat itu sengketa Pilkada masih ditangani Mahkamah Agung (MA), sebelum ditangani Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2010. Saat itu ada calo, orang luar MA yang menawari bisa memenangkan Ahok dengan imbalan Rp 5 M.

"Saya juga dulu ditawari menyuap supaya menang. Dulu, tapi kan kita nggak tahu benar atau nggaknya," kisah Ahok di balai kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (3/10/2013).

Ahok menjelaskan, saat dipegang MA dahulu, sengketa Pilkada diputuskan dalam waktu 2 Minggu. Nah, saat itu calo bergentayangan menawarkan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rp 5 miliar untuk 5 hakim untuk menang," jelasnya.

Hanya saja, saat itu Ahok diberi nasihat Syahrir politisi Partai Indonesia Baru. Ahok harus menjaga integritas.

"DR Syahrir bilang, kalau kita sogok, berarti bukan Ahok lagi. Bukan partai akal sehat lagi. Lbh baik kita tidak jadi gubernur lagi," terang Ahok.

Sang calo memang pintar, Ahok ditawari dan diminta uang kemudian hanya diberikan komitmen. Ahok menilai ini hanya permainan saja.

"Gila kan kalau gitu. Karena kita nggak ada bukti. Karena dari mulut ke mulut," tuturnya.

Mencegah isu miring pada para hakim MK dan MA, Ahok memberi saran. "Harusnya hakim MK dan MA semua harus pembuktian terbalik hartanya. Sama pegawai pajak, biar masyarakat percaya," tutupnya.

(mnb/ndr)


Berita Terkait