"Saya juga dulu ditawari menyuap supaya menang. Dulu, tapi kan kita nggak tahu benar atau nggaknya," kisah Ahok di balai kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (3/10/2013).
Ahok menjelaskan, saat dipegang MA dahulu, sengketa Pilkada diputuskan dalam waktu 2 Minggu. Nah, saat itu calo bergentayangan menawarkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, saat itu Ahok diberi nasihat Syahrir politisi Partai Indonesia Baru. Ahok harus menjaga integritas.
"DR Syahrir bilang, kalau kita sogok, berarti bukan Ahok lagi. Bukan partai akal sehat lagi. Lbh baik kita tidak jadi gubernur lagi," terang Ahok.
Sang calo memang pintar, Ahok ditawari dan diminta uang kemudian hanya diberikan komitmen. Ahok menilai ini hanya permainan saja.
"Gila kan kalau gitu. Karena kita nggak ada bukti. Karena dari mulut ke mulut," tuturnya.
Mencegah isu miring pada para hakim MK dan MA, Ahok memberi saran. "Harusnya hakim MK dan MA semua harus pembuktian terbalik hartanya. Sama pegawai pajak, biar masyarakat percaya," tutupnya.
(mnb/ndr)










































