Siang itu Susan mengenakan kemeja korpri serta celana bahan hitam. Sekali-kali jari tangan kanannya membetulkan posisi kacamatanya. Sementara tangan kiri menggenggam erat kunci mobil dinasnya.
Langkah kakinya bergegas, mengejar agar tak kalah cepat dengan habisnya jam pelajaran sekolah. Maklum siang itu dia berencana mengunjungi dua sekolahan, yakni SMA 38 dan SMP 98 Jakarta untuk persiapan Piala Adipura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tidak disambut baik di SMA 38, Susan tetap terlihat santai dan tidak mempermasalahkan. Wakil Kepala Sekolah dan staf pengajar lain cenderung tidak siap dengan kedatangan lurah. “Pak ruangannya mana. Saya ke ruangan wakil kepala sekolahnya saja deh,” katanya kepada petugas keamanan sekolah.
Dengan wajah serius, Susan mendengarkan penjelasan sejumlah wakil kepala sekolah terkait kondisi penghijauan di lingkungan sekolah tersebut.
Berkali-kali ia tertarik dengan pembicaraan staf guru yang mensosialisasikan pentingnya biopori, kompos, dan program green school sebagai ekstrakurikuler.
Ia juga memberikan saran kepada staf pengajar mengenai kekurangan fasilitas dalam penghijauan sekolah. “Itu mungkin bisa diganti potnya supaya lebih rapi. Jangan pakai pot kaleng cat ya bu. Nanti saya koordinasikan sama orang Kopassus supaya ada tanaman yang dibantu,” kata Susan.
Hampir dua jam, Susan mengelilingi area taman dan kebun sekolah SMA 38 yang bakal jadi salah satu titik acuan Piala Adipura wilayah Jakarta Selatan. Meski belum makan siang, ia terlihat tetap semangat dan tidak mengeluh meladeni staf pengajar sekolah yang mengajaknya keliling sekolah.
Menurut pengakuan Wakil Kepala Sekolah SMA 38 Bidang Kehumasan, Markorijasti, kedatangan Susan Jasmin adalah kejutan. Sebelumnya, tidak ada lurah yang berkunjung ke sekolah unggulan itu meski menjelang persiapan Piala Adipura.
“Kami jadi lebih semangat kalau dikunjungin langsung. Sebelumnya lurah enggak ada yang ke sini lo ya. Baru kali ini saja,” kata Markorijasti.
Pukul 15.05, Susan belum lelah. Ia menepati keinginannya untuk mengunjungi SMP 98. Kali ini Kepala Sekolah dan staf pengajar SMP 98 siap menyambut kedatangan lurah. Namun, Susan hanya sekitar 30 menit di sekolah ini karena ada janji dengan orang Kopassus yang bakal bertamu ke kantornya pada sore harinya.
(erd/erd)











































