Mengintip Isi 'Lemari' Lurah Susan

Kontroversi Lurah Susan

Mengintip Isi 'Lemari' Lurah Susan

Hardani Triyoga - detikNews
Kamis, 03 Okt 2013 17:50 WIB
Mengintip Isi Lemari Lurah Susan
Lurah Susan Jasmine saat blusukan. (Fotografer - Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Jarum jam menunjukan pukul 13.15 saat seorang perempuan berkulit putih turun dari tangga lantai dua Kantor Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Selasa (1/10) lalu. Wanita berparas ayu itu adalah Susan Jasmine Zulkifli yang sejak 27 Juni lalu menjadi Lurah Lenteng Agung.

Siang itu Susan mengenakan kemeja korpri serta celana bahan hitam. Sekali-kali jari tangan kanannya membetulkan posisi kacamatanya. Sementara tangan kiri menggenggam erat kunci mobil dinasnya.

Langkah kakinya bergegas, mengejar agar tak kalah cepat dengan habisnya jam pelajaran sekolah. Maklum siang itu dia berencana mengunjungi dua sekolahan, yakni SMA 38 dan SMP 98 Jakarta untuk persiapan Piala Adipura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harum bunga lavender menyeruak begitu masuk ke dalam kabin bagian depan kendaraan dinasnya, Mobil Mitsubishi Kuda. Sementara di kabin belakang berserakan barang-barang pribadinya. Seperti sepatu kerja, sandal jepit, topi, hingga baju cadangan. 


“Ini seperti lemari. Kalau mau ganti sepatu tinggal ganti saja kayak gini nih,” kata Susan kepada detikcom, Selasa (1/10) lalu. Lurah Susan menjadikan mobil dinasnya seperti lemari karena padatnya kegiatan dia.


Seperti halnya Gubernur DKI Joko Widodo, Susan juga gemar blusukan. Kali ini dia memantau persiapan dua sekolah yaitu SMA 38 dan SMP 98 terkait ajang Piala Adipura yang sebentar lagi masuk tahap penilaian.

Meski tidak disambut baik di SMA 38, Susan tetap terlihat santai dan tidak mempermasalahkan. Wakil Kepala Sekolah dan staf pengajar lain cenderung tidak siap dengan kedatangan lurah. “Pak ruangannya mana. Saya ke ruangan wakil kepala sekolahnya saja deh,” katanya kepada petugas keamanan sekolah.

Dengan wajah serius, Susan mendengarkan penjelasan sejumlah wakil kepala sekolah terkait kondisi penghijauan di lingkungan sekolah tersebut.

Berkali-kali ia tertarik dengan pembicaraan staf guru yang mensosialisasikan pentingnya biopori, kompos, dan program green school sebagai ekstrakurikuler.

Ia juga memberikan saran kepada staf pengajar mengenai kekurangan fasilitas dalam penghijauan sekolah. “Itu mungkin bisa diganti potnya supaya lebih rapi. Jangan pakai pot kaleng cat ya bu. Nanti saya koordinasikan sama orang Kopassus supaya ada tanaman yang dibantu,” kata Susan.

Hampir dua jam, Susan mengelilingi area taman dan kebun sekolah SMA 38 yang bakal jadi salah satu titik acuan Piala Adipura wilayah Jakarta Selatan. Meski belum makan siang, ia terlihat tetap semangat dan tidak mengeluh meladeni staf pengajar sekolah yang mengajaknya keliling sekolah.

Menurut pengakuan Wakil Kepala Sekolah SMA 38 Bidang Kehumasan, Markorijasti, kedatangan Susan Jasmin adalah kejutan. Sebelumnya, tidak ada lurah yang berkunjung ke sekolah unggulan itu meski menjelang persiapan Piala Adipura.

“Kami jadi lebih semangat kalau dikunjungin langsung. Sebelumnya lurah enggak ada yang ke sini lo ya. Baru kali ini saja,” kata Markorijasti.

Pukul 15.05, Susan belum lelah. Ia menepati keinginannya untuk mengunjungi SMP 98. Kali ini Kepala Sekolah dan staf pengajar SMP 98 siap menyambut kedatangan lurah. Namun, Susan hanya sekitar 30 menit di sekolah ini karena ada janji dengan orang Kopassus yang bakal bertamu ke kantornya pada sore harinya.

(erd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads