Lurah Susan: Saya Sudah Ketemu Langsung Sama Pentolannya

Kontroversi Lurah Susan

Lurah Susan: Saya Sudah Ketemu Langsung Sama Pentolannya

Hardani Triyoga - detikNews
Kamis, 03 Okt 2013 12:44 WIB
Lurah Susan: Saya Sudah Ketemu Langsung Sama Pentolannya
Lurah Susan. (Foto: Detikcom)
Jakarta - Penolakan sejumlah warga Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, terhadap kepemimpinan Susan Jasmine Zulkifli karena nonmuslim masih berlanjut. Unjuk rasa kembali digelar pada akhir September lalu.

Detikcom berkesempatan diajak satu mobil dengan Susan saat ia akan berkeliling menjalankan tugasnya sehari-hari pada pada Selasa (01/10/2013). Di dalam mobil dinasnya Mitsubishi Kuda bernomor polisi B 2976 PQ yang beraroma harum, Susan menyatakan berusaha fokus menjalankan tugasnya sebagai pamong masyarakat.

"Tidak ada alasan untuk santai atau malah takut," kata Susan menegaskan sembari menyetir. Justru, ibu satu anak ini menekankan, masalah tersebut ia anggap sebagai tantangan untuk membuktikan kinerjanya. "Saya kayak gini nyikapinnya (tetap bekerja)."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Susan menuturkan masih ada waktu beberapa bulan lagi bagi dirinya untuk dievaluasi kinerjanya oleh Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta. Karena itu ia masih punya kesempatan untuk membuktikan dengan bekerja keras. "Ini kan sekarang urusannya sama Camat, Pak Wali Kota. Nah, Pak Jokowi juga mau mediasi dengan mereka," ujar Susan.

Susan mengaku bersyukur Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan mengundang makan siang para warga yang mendemonya. "Apapun bentuk mediasinya itu ya saya ucapkan terima kasih warga saya diajak makan," tuturnya. "Saya enggak diajak makan. Saya juga mau dong. Enggak apa-apa pakai tahu tempe juga," lanjut Susan seraya tertawa.

Bekas staf di Kelurahan Senen, Jakarta Pusat, ini lantas menunjukkan kepada detikcom pihak yang mendemonya. "Kemarin lihatkan. Orangnya itu-itu saja. Saya sudah pernah ketemu langsung sama pentolannya itu," ungkap Susan.

Sejumlah warga yang ditemui detikcom mengaku sejak lurah Susan menjabat pelayanan administrasi kepada warga sekarang lebih cepat dan tidak bertele-tele. Dibandingkan dengan sistem pelayanan lurah sebelumnya, sosok Susan dianggap membawa perubahan.

“Bagusan dia mah. Gak ribet kalau tanda tangan. Pagi kasih surat permohonan RT/RW, langsung ditanda tangan,” kata seorang warga Lenteng Agung, Suryani, 43 tahun, kepada detikcom, kemarin.

Hal serupa dilontarkan warga Lenteng lainnya, Sulaeman, 39 tahun. Sulaeman mengatakan gaya kepemimpinan lurah sekarang membawa perubahan ke dalam sistem pelayanan masyarakat. Tidak seperti sistem pelayanan lurah sebelumnya yang sering lambat dan kaku. "Petugas kelurahan yang sekarang juga sudah terlihat malu kalau tidak bekerja," ungkapnya.

Sebelumnya, Sulaeman mengaku sering melihat petugas kelurahan hanya membaca koran atau sekadar menjadi tukang stempel tapi bayar. Bahkan kadang lurah yang lama sering menghilang di atas jam 11 siang. “Kalau ngurus di atas jam segitu jawaban petugas paling 'besok ya soalnya lurah lagi keluar ada rapat'. Atau enggak 'tinggal saja dulu berkasnya'.”




(brn/brn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini