Penertiban Parkir Liar Tak Cukup Hanya dengan Pencabutan Pentil

Penertiban Parkir Liar Tak Cukup Hanya dengan Pencabutan Pentil

Prins David Saut - detikNews
Kamis, 03 Okt 2013 10:52 WIB
Penertiban Parkir Liar Tak Cukup Hanya dengan Pencabutan Pentil
Jakarta - Tim pencabut pentil terus melakukan penertiban kendaran yang parkir sembarangan. Meski cukup bagus, namun langkah ini dinilai masih kurang efektif untuk mengatasi masalah perparkiran. Pemprov perlu memperbaiki angkutan umum dan menata sistem perparkiran.

"Ini sebetulnya harus ditindaklanjuti, setelah upaya pencabutan pentil lalu perlu mempercepat perbaikan angkutan massal, jadi tidak perlu membawa kendaraan lagi. Intinya di situ," kata Yayat Supriatna, pengamat perkotaan, kepada detikcom, Kamis (3/10/2013).

Yayat mengatakan, Pemrov DKI juga perlu memperbaiki sistem perparkiran di Jakarta. Hal ini disebabkan bertambahnya jumlah mobil tidak diikuti dengan penambahan lahan parkir. Para pemilik usaha juga tidak menyediakan lahan parkir saat mendirikan usahanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya bangun restoran tapi tidak menyediakan tempat parkir, itu harusnya laih fungsi bentuk bangunan rumah harus sediakan tempat parkir atau IMB-nya tidak diperkenankan," katanya.

Selain itu juga perlu diberikan insentif tertentu bagi pengusaha yang ingin membangun gedung-gedung parkir. "Orang tidak tertarik karena tidak ada bantuan insentif untuk mendorong orang berbisnis di bidang perparkiran," katanya.

Pengendalian kendaraan dengan menerapkan ERP dan sistem genap ganjil sangat diperlukan. Selain itu juga dibutuhkan ketegasan petugas kepolisian dalam pemberian tilang terhaap para pengendara yang parkir semabarangan.

"Ini harus kerjasama dengan kepolisian, Dishub tidak bisa mengasih tilang dia cuma bisa menggembok dan cabut pentil. Di sini pihak kepolisian harus memberikan tilang setinggi-tingginya," katanya.

(nal/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini