Gedung DPRD Kepri ini berada di Jl Dumpak, Tanjungpinang, Ibukota Kepri. Plafon di bagian teras sekaligus ruang lobi berukuran 20 meter x 20 meter dan terbuat dari gipsum itu ambrol, Rabu (2/10/2013). Tak ada yang tersisa.
Hanya terlihat kerangka baja yang masih melekat di bagian atas. Pegawai yang seharusnya membersihkan ruangan anggota DPRD, dikerahkan. Menurut informasi, pembangunan gedung menelan dana lebih dari Rp 40 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Katanya ambruk karena angin kencang. Kita akan memanggil pihak yang terkait terutama Dinas PU dan kontraktornya," kata Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kepri Sopian Samsir kepada detikcom.
Sopian mengungkit kelemahan pembangunan gedung tersebut. Banyak dinding yang sudah retak, ruangan WC yang belum sempurna, dan kabel listrik yang belum terpasang.
"Sampai sekarang ruangan komisi belum terpasang AC. Jadi memang banyak masalah atas pembangunan gedung ini," kata anggota komisi III ini.
Secara terpisah, anggota Komisi I DPRD Kepri, Sukri Fahrial, yang dihubungi detikcom membenarkan plafon gedung dewan ambrol. Menurutnya, pihak akan segera meminta klarifikasi dari pelaksana proyek tersebut.
"Penyebab mengapa sampai plafon itu lepas belum ada kepastian. Apakah karena angin kencang atau memang kontruksi bangunannya yang tidak sesuai besteknya. Makanya kita sudah sepekat dengan teman-teman untuk mengagendakan memanggil Dinas PU," kata Sukri.
(cha/try)











































