5 Misteri tentang Holly Angela

5 Misteri tentang Holly Angela

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikNews
Rabu, 02 Okt 2013 14:47 WIB
5 Misteri tentang Holly Angela
(Foto: Istimewa)
Jakarta - Holly Angela (37), perempuan yang ditemukan meninggal dalam keadaan tangan terikat dan bersimbah darah di apartemen Kalibata City masih menyisakan banyak misteri. Apa saja?

Misteri 3 Nama

(dok detikcom)
Ada beberapa nama sebagai penanda sosok korban pembunuhan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Holly Angela, Holly Angelia, dan Niken Hayu Winanti.

Menurut salah satu satpam Kalibata City, korban pembunuhan bernama Holly Angela. Dia menyebut korban tinggal E 09AT alias Tower Ebony lantai 9 wing A huruf T rumah susun sederhana hak milik (Rusunami) Kalibata City. Sesuai SIM, namanya Holly Angela.

Tidak ada keterangan resmi mengenai nama tersebut, baik dari kepolisian maupun rumah sakit. Namun saat jenazah dikirim ke Semarang, namanya berganti Holly Angelia. Nama tersebut tertulis jelas di peti.

Tiba di rumah duka, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, jenazah disambut isak tangis keluarga. Tidak ada nama Holly di daerah tersebut. Warga memang mengenal putri pasangan Sarino dan Agnes Sri Nastiti tersebut. Namun bukan sebagai Holly, tapi Niken.

Ketua RT setempat, Sugiyarto, memastikan hal tersebut. Sejauh ini ia belum menerima pengajuan pindah tempat tinggal dari Holly. Karena itu, ia meyakini Holly tetap beralamat di wilayah kerjanya.

"KTP masih tercatat di sini. Namanya Niken Hayu Winanti," katanya. Warga yang lain menyebut Holly Angela adalah nama bekennya di Jakarta. Mana yang benar?

Istri Kedua Pejabat BPK?

(Foto: Istimewa)
Hubungan Holly Angela (37) dan Auditor Utama BPK Gatot Supiartono sudah jelas. Adik Angela, Yoyok, mengamini bahwa kakaknya bersuamikan Gatot. Mereka sudah menikah.

"Gatot suaminya, kerja di BPK," kata Yoyok saat ditemui di rumahnya di Semarang, Rabu (2/10/2013).

Sayangnya Yoyok tak mau bertutur, kapan keduanya menikah. Yoyok memilih bungkam.

Namun kemudian santer beredar kabar, Holly merupakan istri kedua Gatot. Isu ini ramai diperbincangkan di lingkungan BPK. Bukan tanpa alasan, istri pertama Gatot aktif di Dharma Wanita BPK sehingga bukan orang yang asing bagi para pegawai BPK.

"Istrinya aktif kalau ada acara-acara," bisik pejabat di BPK yang enggan disebutkan namanya.

Beranak 3 dari 3 Pria?

(Foto: Istimewa)
Hingga kini kehidupan pribadi Holly Angela masih misterius. Informasi yang berkembang juga simpang siur. Ketua RT setempat sempat menyebut Holly memiliki 3 anak dari 3 pria yang berbeda. Benarkah?

"Anak 3 bapak 3," kata Sugiyarto, Ketua RT 4/7 Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (2/10/2013).

Saat itu, Sugiyarto ditanya soal jumlah anak Holly. Ia tak melanjutkan ucapannya. Hanya menyebut satu anak Holly ada di Magelang. Dua lainnya tinggal bersama orangtua Holly di Kabupaten Semarang.

"Yang di Magelang masih kecil, di bawah 5 tahun," katanya.

Penjelasan ini diperkuat oleh ibunda Holly, Agnes Sri Nastiti. "Di Jakarta memang nggak kerja. Anaknya di sini dua," kata ibunda Holly, Agnes di rumah duka di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, saat ditanya soal kehidupan Holly, Rabu (2/10/2013).

Hubungan dengan Mr X

(Foto: Istimewa)
Hubungan antara Mr X dan Holly Angela belum terkuak. Identitas Mr X juga belum diketahui. Polisi masih berusaha keras membuka tabir hubungan Mr X yang tewas bunuh diri lompat dari kamar Holly di lantai 9 apartemen Kalibata City, Jaksel.

"Kita berupaya, kita masih menyelidiki," kata Kapolsek Pancoran Kompol I Nengah
Adi Putra saat dihubungi detikcom, Rabu (2/9/2013).

Nengah belum bisa memastikan apakah besi yang ditemukan di dalam kamar Holly ada sidik jari Mr X. Nengah kembali menegaskan, kasus ini masih diselidiki.

Pembunuh Holly dan Sarung Tangan Berdarah

(dok detikcom)
Sepasang sarung tangan berlumuran darah ditemukan di lokasi terbunuhnya Holly Angela Ayu, di lantai 9 Tower Ebony, Apartemen Kalibata City. Tidak ada dompet atau apa pun penunjuk identitas Mr X yang tewas di pelataran apartemen itu.

"Kita sita ada sarung tangan kain ada darahnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/10/2013).

Belum diketahui, sarung tangan berwarna putih itu milik siapa. Diduga kuat, sarung tangan digunakan pelaku penganiayaan Holly. Barang bukti lain yang disita polisi di TKP yakni 2 unit telepon genggam milik Holly. Termasuk sarung bantal yang berlumuran darah dan pisau dapur, ikut disita polisi.

"Kemudian ditemukan besi sepanjang 50 cm yang diduga digunakan untuk memukul Saudara Holly," sambung Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan asal mula besi tersebut. "Apakah besi itu dibawa dari luar atau sudah ada di dalam apartemen itu, belum bisa kita pastikan," imbuhnya.
Halaman 2 dari 6
(nwk/nrl)


Berita Terkait