Pupuk Langka, Mentan Imbau Petani Pakai Kompos

Pupuk Langka, Mentan Imbau Petani Pakai Kompos

- detikNews
Minggu, 07 Nov 2004 15:17 WIB
Karawang - Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriantono mengimbau petani agar menggunakan kompos menyusul kelangkaan pupuk yang sering dikeluhkan petani. Anton berjanji akan menyelidiki penyebab kelangkaan tersebut."Saya akan cari penyebabnya. Tapi sebaiknya para petani belajar membuat pupuk kompos agar tak tergantung pada pupuk yang dijual," kata Anton saat mengunjungi petani di Desa Lemah Mulia, Kecamatan Klari, Karawang, Minggu (7/11/2004). Pernyataan Mentan menanggapi harapan petani agar Deptan segera mengatasi kelangkaan pupuk. Dalam kunjungannya itu, Mentan ikut turun ke sawah untuk menanam bibit padi. Laiknya petani, Mentan pun mengenakan caping untuk melindungi dari sengatan matahari. Sementara sepatunya dilepas dan diganti boat, hanya saja baju safari coklat khas pejabat tak dilepasnya. Ikut mendampingi Mentan Dirjen Bina Produksi Tanaman Pangan, M Jafar Hapsah dan Bupati Karawang Ahmad Dadang.Dalam kesempatan itu, para petani juga mengeluhkan harga gabah yang sering anjlok. Menanggapi itu, menteri yang direkomendasikan PKS itu berjanji akan mengontrol harga gabah. Caranya Deptan akan bekerja sama dengan dinas pertanian dan Bulog. "Kami akan berusaha untuk memenuhinya tapi kami juga harus berkoordinasi dulu dengan Dinas Pertanian," kata Anton.Dari Desa Lemah Mulia, Mentan melanjutkan perjalanan melakukan sidak ke Pasar Johar, Karawang untuk meninjau harga beras. Setelah itu ke PT Pupuk Sriwijaja, gudang persediaan pupuk Karawang.Kepada Direktur PT Pupuk Sriwijaja, Aas Asikin Idad, Mentan menanyakan harga pupuk yang dijual perusahaan itu. Aas menyatakan pihaknya menjual pupuk dengan harga Rp 1.050 perkilo gram. Saat ditanya mengapa harga di petani mencapai Rp 1.500 per kilo gram, Aas mengatakan itu ulah kios pupuk yang tak terdaftar. "Kita jualnya Rp 1.050 sesuai yang ditetapkan pemerintah. Kalau sampai lebih itu mungkin dari kios yang tak terdaftar sehingga membuat harga semaunya," kata Aas. Mentan lantas mengimbau penjual pupuk agar terus meninjau pasar sehingga harga pupuk tetap stabil. "Ya Pak kami akan menindak pedagang nakal," janji Aas.Sebelum ke Lembah Mulia, Anton mengujungi petani di Desa Wadas, Kecamatan Teluk Jambe untuk melihat petani yang sedang memanen padi. Di sini, petani mengeluhkan hama tikus dan jaringan irigasi yang rusak. (iy/)


Berita Terkait