I, adik angkat Holly Angela Ayu, langsung datang ke Apartemen Kalibata begitu mendapat telepon dari Anie, ibu angkat Holly. Setelah itu, I langsung mendobrak pintu apartemen bersama satpam.
"Saya datang ke lokasi setelah dihubungi sama Bu Anie kalau Mbak Holly sebelumnya telepon ke Bu Anie untuk minta tolong pukul 22.00 WIB. Lalu saya datangi apartemen Mbak Holly. Waktu saya sampai ke depan pintunya, saya yang dobrak bersama dua satpam sekitar pukul 22.45 WIB," ujar I.
Hal itu disampaikan I di rumah duka RSCM, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2013). Di rumah duka itu jenazah Holly disemayamkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat menemukan Holly, I melihat luka di muka dan pendarahan di belakang kepala Holly. I panik melihat kondisi Holly.
"Saya temuin sudah ada luka di muka dan pendarahan kepala di bagian belakang kayak dipukul. Kita panik nggak tahu masih hidup apa nggak. Terus dibawa ke RS Tria Dipa. Sampai di RS dibilang dokter sudah nggak ada nyawanya," tutur I.
Sebelumnya petugas Kalibata City menjelaskan, Holly Angela sempat menelepon ibu angkatnya sebelum tewas dianiaya. Tapi sambungan telepon tiba-tiba terputus.
Keterangan ini didapatkan dari ibu angkat Holly Angela,Anie, yang datang ke RS Tria Dipa, Jalan Pasar Minggu, Jaksel. Holly menelepon ibu angkatnya sekitar pukul 22.39 WIB, Senin (30/9/2013).
"Holly telepon ibu angkatnya dia bilang sudah di rumah (apartemen). Tapi setelah itu, Holly menjerit terus telepon mati," kata petugas keamanan Kalibata City menuturkan keterangan ibu angkat Holly Angela.
Curiga dengan kondisi Holly, pada pukul 22.41 WIB, ibu angkat mengirim pesan singkat. "Ada apa Holly," begitu isi SMS yang terkirim. Tak ada jawaban dari wanita kelahiran Magelang itu. Anie lantas menyuruh I, yang dianggap Holly sebagai adik angkat Holly, meluncur ke Kalibata City. Setelah itu terkuaklah kasus pembunuhan ini.










































