Australia Tinjau Keamanan Kedutaan di Seluruh Dunia

Australia Tinjau Keamanan Kedutaan di Seluruh Dunia

- detikNews
Sabtu, 06 Nov 2004 15:01 WIB
Jakarta - Pasca bom Kuningan, pemerintah Australia saat ini terus meninjau ulang keamanan kedutaan-kedutaannya di seluruh dunia. Namun masih terlalu dini untuk menyebutkan kedutaan mana yang akan dipindahkan ke daerah yang lebih aman.Demikian dilaporkan surat kabar Weekend Australian pada Sabtu ini yang mengutip pejabat-pejabat di kantor Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer. Dikatakan bahwa peninjauan global keamanan di misi-misi diplomatik tengah dilakukan."Kami telah mengatakan bahwa kami tengah meninjau keamanan seluruh pos-pos kami di dunia," ujar juru bicara Downer. "Ini tetap dalam peninjauan, namun menyusul pengeboman di Jakarta kami pikir sangat penting untuk meninjau kembali keamanan," imbuh juru bicara tersebut seperti dilansir Channel News Asia, Sabtu (6/11/2004).Ditegaskannya bahwa saat ini belum ada keputusan mengenai kedutaan di negara mana yang akan direlokasi. "Setiap berita media mengenai pos-pos yang mungkin dipindahkan dan bagaimana serta kapan dan berapa besar biayanya, semua itu hanya spekulasi prematur," ujar pejabat Australia itu.Koran Weekend Australian sebelumnya memberitakan bahwa Downer akan segera meminta persetujuan Kabinet untuk mendanai program pembangunan jangka panjang guna merelokasi kedutaan-kedutaan, yang akan menelan biaya ratusan juta dolar. Menurut media tersebut, hasil peninjauan keamanan global di misi-misi diplomatik Australia di luar negeri, menunjukkan bahwa peningkatan keamanan saja tidak cukup. Dan satu-satunya opsi adalah memindahkan kedutaan-kedutaan itu ke tempat yang lebih aman di negara tersebut.Ancaman bagi kepentingan Australia dinilai paling tinggi di misi-misi diplomatik di Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika Timur. Khusus di Asia Tenggara, yang dianggap paling rawan adalah kedutaan Australia di Jakarta, Malaysia dan Thailand. (ita/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini