Orang Tua Herlina Ingin Curhat ke Presiden SBY
Sabtu, 06 Nov 2004 14:20 WIB
Surabaya - Nani Indrawati, ibunda Herlina Trisnawati TKI yang divonis mati di Malaysia ingin sekali bertemu dengan Presiden SBY untuk menyampaikan uneg-unegnya."Kalau saya bisa ketemu pak presiden, saya senang sekali siapa tahu pak presiden bisa meminta Malaysia untuk meringankan hukuman anak saya. Tetapi, saya tidak punya ongkos untuk ke sana. Kalau saya dipanggil, saya mau datang. Siapa yang nggak senang ketemu presiden," ungkap Nani Indrawati saat ditemui sejumlah wartawan di Town House Ninden Intan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/11/2004). Nani baru saja melakukan wawancara khusus dengan salah satu TV Swasta."Saya berharap hukuman pada anak saya bisa ringan. Saya seumur hidup tidak pernah mendengar ada hukuman gantung, masa nanti anak saya akan dihukum gantung. Saya harap tidaklah," lanjut ibu empat anak ini.Pindah RumahTak kuat mendengar guncingan tetangga, Nani sekeluarga memilih hidup dengan berpindah-pindah tempat tinggal."Sejak Agustus 2001 setelah mendengar kabar anak saya ditangkap sebagai pembunuh, kami telah sudah 4 kali pindah rumah karena merasa malu atas gunjingan tetangga. Saya pindah-pindah siapa tahu kalau anak saya pulang nanti para tetangga tidak kenal," ungkapnya.Kini, Nani sekeluarga tinggal di rumah yang sederhana di Desa Sidorono, Kecamatan Krian, Sidoharjo. Nani berusaha menghindar dari kejaran wartawan. Meski demikian, Nani bersedia bercerita tentang anaknya."Saya sebenarnya tidak anti pada media, tetapi saya nggak enak ketika diberitakan di koran sebab di masa mendatang akan teringat peristiwa anak saya. Saya akan melupakan peristiwa pahit ini," ujar Nani lirih.
(aan/)











































