"Pesawat tidak ada kerusakan, hanya kelalaian tidak melakukan 'charging' pendingin ruangan pesawat," kata General Manager Bandara Sam Ratulangi, Haslin Panggabean kepada detikcom, Senin (30/9/2013) malam.
Panggabean mengatakan pihak bandara sudah berkomunikasi dengan pihak maskapai soal permintaan pengisian pendinginan udara dalam pesawat yang harganya sekitar Rp 1,1 juta. Permintaan ini disampaikan melalui bagian teknis engine Lion Air untuk diteruskan ke bagian keuangannya, namun tidak disetujui dengan alasan mengirit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masa sih gara-gara Rp 1,1 juta, kita rugi berapa banyak, rugi materi, rugi nama, itu luar biasa. Rugi nama perusahaan itu, mahal banget jika dibandingkan dengan Rp 1,1 juta," tambah Panggabean lagi.
Adapun untuk pesawat pintu darurat, dia menyarankan untuk tidak diberangkatkan meski pihak Lion Air sudah melakukan pengecekan laik terbang, termasuk pengecekan pintu darurat yang sudah terbuka.
"Saya bilang jangan dululah,nanti tidak dingin saat berangkat, bisa mati orang di dalam karena kegerahan. Memang mesinnya memang baik, tapi pengaturan sistem tidak bagus," imbuh Panggabean.
(fdn/fdn)











































